Bupati Djohan Dukung Kereta Gantung Rinjani

Illustrasi Kereta Gantung

TANJUNG–Bupati KLU Djohan Sjamsu menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Kereta Gantung Rinjani oleh investor. Kendati diakui, ia belum mengetahui informasi persis proyek investasi itu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Namun yang jelas kata Bupati, jika memang tujuannya mempermudah orang bisa ke Rinjani, pihaknya tentu mendukung proyek senilai Rp 600 miliar itu. Sebab selama ini banyak yang menginginkan bisa berkunjung ke Rinjani tetapi tidak bisa karena fisik tidak mendukung. “Jadi bagus itu kalau ada kereta gantung untuk naik ke Rinjani,” akunya, kemarin (2/7).

Baca Juga :  Merasa Kena “Prank” Pemda, Warga Tanam Pisang

Terkait kekhawatiran mematikan pendapatan warga yang bekerja sebagai porter atau pelaku jasa wisata lainnya, Djohan mengatakan, tentu pemprov sudah memikirkan itu. “Nanti kita lihat. Porsi porter tentu ada tempatnya,” ujar orang nomor satu di KLU ini.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KLU Parihin mengaku belum bisa berkomentar panjang soal ini. Sebab ia juga belum mengetahui secara jelas seperti apa rencana pemprov dan investor. Meski begitu ia mengaku mendukung adanya proyek itu.
Seperti diketahui, pembangunan proyek Kereta Gantung Rinjani ditangani langsung oleh PT Indonesia Lombok Resort (ILR), yang merupakan perusahaan milik dari investor asal Tiongkok. Investor telah menyerahkan uang jaminan investasi kepada pemprov senilai Rp 5 miliar.

Baca Juga :  Anggota DPRD KLU Didesak Kembalikan Kerugian Negara

Lokasi pembangunannya sendiri berada di kawasan hutan lindung yang menjadi kewenangan pemprov, yang berada di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dengan total luas lahan yang disiapkan 500 hektare. Lokasi pembangunan kereta gantung, disertai dengan jalur kereta sekitar 10 kilometer dilengkapi fasilitas pendukung lainnya. (der)