Wabup Lombok Utara Optimis Dapat Turunkan Stunting Sesuai Target Nasional

Lombok Utara – Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, S.T., M.Eng, optimis penurunan angka stunting di kabupaten Lombok Utara paling tidak dapat diturunkan sesuai target nasional, yakni 14% di tahun 2024.

Seperti diketahui, Tren penurunan angka kasus stunting di kabupaten Lombok Utara terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

Tahun ini angka kasus stunting di kabupaten Lombok Utara menurut data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Balita Berbasis Masyarakat (EPPBGM) tercatat 22,9%, mengalami penurunan jika dibandingkan dua tahun sebelumnya yakni sebesar 28,3% di tahun 2021 dan 33,8% pada tahun 2020.

Tren penurunan yang terjadi merupakan hal yang harus menjadi penyemangat dan optimisme bersama dalam menurunkan angka stunting di kabupaten Lombok Utara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati saat membuka desiminasi hasil audit kasus stunting yang dilaksanakan di kantor DP2KBPMD kabupaten Lombok Utara pada kamis 27/10/2022.

Lebih lanjut Danny Karter Febrianto Ridawan mengatakan, bahwa penanganan stunting tidak hanya dapat dilihat dari sektor kesehatan semata, namun juga di butuhkan komitmen dari berbagai sektor sesuai peran masing-masing.

Berbicara tentang stunting, kata Wabup, tentu bukan hanya berbicara tentang tenaga kesehatan, bukan hanya tentang sektor kesehatan, tapi bagimana pendidikan, KUA, Disperindag, dan dinas terkait berkomitmen sesuai tupoksi masing-masing.

“Sehingga ini adalah kerja kolektif, kerja keras kita bersama, ini adalah kerja tim, tidak ada superman yang ada adalah super team ketika kita berkolaborasi bersama,” Ujar Danny Karter Febrianto Ridawan.

Baca Juga :  Jangan Jual Tanah Gili Trawangan

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, lanjut dia, menargetkan penurunan stunting sebanyak 4,47% pertahun, sehingga dua tahun kedepan penurunan stunting ditargetkan diangka 14%.

Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lombok Utara dilaksanakan dengan berbagai strategi diantaranya (1) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Beraksi, dengan menggerakkan TPPS Kabupaten, Kecamatan dan Desa untuk melaksanakan Program Penanganan Stunting sesuai dengan bidang masing-masing, (2) Gerakan Tangani Anak Stunting (GETAS), yang merupakan salah satu strategi dengan mengajak pimpinan OPD, perusahaan swasta dan NGO untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), (3) Integrasi Pendampingan, dengan mengintegrasikan Integrasi pendampingan TPK, KPM dan Kader Posyandu dalam percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa, dan (4) Kampanye Stunting dengan penyebarluasan informasi bahaya stunting dan publikasi data anak stunting.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Drs. Sama’an, M.Si, menyampaikan bahwa audit kasus stunting merupakan kegiatan yang diilaksanakan dua kali setahun dan Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten yang telah dua kali dalam melaksanakan audit kasus stunting.

Lebih lanjut sama’an berharap, hasil audit yang dilaksanakan dapat menjadi bahan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penururunan stunting.

Sama’an juga menegaskan bahwa salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah resiko stunting, salah satu contohnya adalah calon pengantin (catin) dengan resiko stunting yang perlu mendapat perhatian bersama sehingga tidak melahirkan kasus stunting baru.

Baca Juga :  Pendataan Ditutup, 1.401 Honorer Gagal Upload

Sebelumnya Sekretatis Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP2KBPMD) Lombok Utara, H. Syahbuddin, menyampaikan terkait pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Lombok Utara yang terus menunjukkan tren yang positif.

Dikemukakan Syahbuddin, sejauh ini Dinas P2KBPMD Lotra sebagai leading sektor telah melaksanakan berbagai macam program yang sudah berjalan sangat maksimal, sesuai dengan arahan-arahan dari ketua tim percepatan penanganan stunting lombok utara, yakni Wakil Bupati.

Upaya maksimal itu, papar dia, dapat dibuktikan bahwa angka stunting di daerah ini dari tahun ke tahun mengalami penurunan, dimana posisi kita saat ini berada pada 22,9%. Angka ini, sebutnya, menunjukkan penurunan sejak awal tahun 2021 yakni sebesar 28,3%.

“Alhamdulillah penurunannya cukup signifikan,” ucapnya bersyukur.

Akan tetapi, meskipun ada penurunan yang cukup besar, namun secara keseluruhan angka stunting di Lombok Utara masih menjadi yang tertinggi dari semua kabupaten yang ada di provinsi NTB.

Karnanya dia berharap, agar seluruh stakeholder terkait mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga tingkat dusun untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi untuk terus menekan angka stunting di kabupaten Lombok Utara.

“Karna itu, kita harapkan koordinasi kita terutama teman-teman di lapangan, baik yang ada di kecamatan maupun desa sampai dusun supaya terus meningkatkan koordinasi,” tutup Syahbuddin.

Komentar Anda