BUMN Kemenkeu Siap Dukung Pengembangan KEK Mandalika

BUMN Kemenkeu Siap Dukung Pengembangan KEK Mandalika
BUMN KEUANGAN: Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan, foto bersama para Direksi BUMN Keuangan seperti Dirut PT SMF, Ananta Wiyogo, Dirut PT SMI, Emma Sri Martini, Direktur PT PII, Salusra Satria, dan rombongan lainnya, ketika berkunjung ke KEK Mandalika, Kamis (22/3). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Upaya percepatan dan pengembangan kepariwisataan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sejumlah perusahaan pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, siap mendukung dan kerjasama dengan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sebagai pengelola KEK Mandalika.

“Sebagai anak perusahaan BUMN dibawah Kementerian Keuangan RI, sebenarnya kita itu ditugaskan secara khusus untuk membantu pengembangan new Bali destination (destinasi wisata baru seperti Bali), salah satunya adalah KEK Mandalika ini,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Multigriya Financial (Persero), Ananta Wiyogo, yang dijumpai di sela kunjungan ke KEK Mandalika, Kamis kemarin (22/3).

Selain Dirut PT Sarana Multigriya Financial (Persero), tampak hadir diantaranya adalah Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Emma Sri Martini, dan Direktur PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), Salusra Satria, serta rombongan lainnya. Dimana kunjungan para Direktur BUMN Pembiayaan di bawah Kemenkeu RI ke KEK Mandalika itu langsung didampingi oleh Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan.

Menurut Ananta, kesempatan kunjungan itu sekaligus dimanfaatkan untuk melihat secara langsung berbagai potensi yang ada di KEK Mandalika. “Kali ini kita melihat lebih dahulu berbagai potensi yang ada di KEK Mandalika. Baru setelah itu kita akan bicarakan kembali dengan pihak PT ITDC sebagai pengelola kawasan, bidang apa saja yang bisa kita bantu atau kerjasamakan. Sehingga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika ini bisa cepat berkembang,” tuturnya.

Senada, Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Emma Sri Martini, menyampaikan kunjungannya bersama rombongan kali ini selain hendak konsultasi dengan PT ITDC sebagai pengelola KEK Mandalika. Juga untuk melihat dan menggali informasi potensi apa saja yang bisa dikembangkan di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, BUMN dibawah Kemenkeu ini memiliki mandat khusus, bagaimana membantu mengembangkan KEK Mandalika, yang kami melihat tak hanya sebagai sebuah kawasan wisata terpadu saja. Tetapi laiknya pengembangan proyek skala besar, otomatis pasti akan melibatkan masyarakat sekitar. “Peran masyarakat ini yang hendak kami lihat, sekaligus membantu usaha-usaha apa yang bisa dikembangkan untuk mendukung KEK Mandalika,” beber Emma.

Selain itu lanjutnya, kalau selama ini tujuan investasi maupun sasaran CSR perusahaan-perusahaan BUMN keuangan untuk membantu bidang kepariwisataan lebih banyak menyasar ke Bali. Maka kini ada tujuan baru, yakni KEK Mandalika di Lombok. “Istilahnya kalau Bali itu sudah jaman old (lama), maka KEK Mandalika ini yang jaman now (baru),” canda Emma.

Sedangkan Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan, menyampaikan bahwa kunjungan para Direksi BUMN Keuangan ke KEK Mandalika ini adalah terkait investasi dan penjaminan jangka panjang. Selain juga melihat secara langsung progress pembangunan di KEK Mandalika, dan menyiapkan bantuan CSR untuk masyarakat di sekitar kawasan. “Kami telah diskusi, terkait apa saja kebutuhan masyarakat sekitar KEK Mandalika. Baik itu soal pengembangan sumber daya manusia, pendidikan anak-anak pedagang, pembinaan kepada anak-anak pantai, pelatihan seni budaya, dan lainnya,” ujarnya.

Lantas, bantuan atau kerjasama seperti apa yang akan diberikan oleh para Direksi BUMN Keuangan itu? “Bentuk bantuan ada dua jenis, bisa dalam bentuk hibah, atau pinjaman lunak. Kita sendiri juga masih menunggu dari mereka, program apa saja yang hendak dibantu, atau dikerjasamakan. Nanti setelah ada program terbentuk, baru kita bisa pastikan berapa banyak kontribusi mereka,” jelas Wirawan.

Namun yang jelas sambung Wirawan, UMKM di kawasan KEK Mandalika saat ini ada sekitar 300 hingga 400 UMKM. “Minimal jumlah itu yang bisa diberikan bantuan atau pinjaman. Tentu kami juga tetap memperhatikan masyarakat diluar kawasan, agar juga diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan. Sehingga baik masyarakat di dalam kawasan maupun diluar kawasan bisa mencapai ksejahteraan yang sama,” pungkasnya. (gt)