Bulog dan BRI Matangkan Kesiapan e-Warong Raskin

E-WARONG: Karyawan Tenaga Harian Lepas (THL) Perum Bulog Divre NTB mulai menyiapkan beras kemasan isi 5 kg dan gula isi 1 kg untuk didistrbusikan ke RPK e-Warong (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB bersama Bank BRI Cabang Mataram mulai mematangkan kesiapan penyaluran beras miskin (Raskin) melalui bantuan non tunai. Kota Mataram sebagai satu-satunya kota di Provinsi NTB sebagai pelaksana uji coba e-Warong (non tunai), pengganti penyaluran Raskin.

Untuk itu, Bulog Divre NTB bersama Bank BRI Cabang Mataram, Rabu kemarin (25/1) mengumpulkan sebanyak 70 orang agen Rumah Pangan Kita (RPK) yang nantinya sebagai tempat masyarakat penerima program bantuan tunai pengganti dari program Raskin di Kota Mataram.

“RPK akan menjadi tempat pengambilan paket bantuan non tunai pengganti Raskin oleh masyarakat pemegang kartu e-Warong di Kota Mataram,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun, di sela sosialisasi pemantapan kesiapan RPK sebagai tempat menukarkan e-Warong yang dihadiri juga perwakilan Bank BRI Cabang Mataram, Funding Official, Moh. Fikri Budi Mulya.

Ma’mun menyebut bahwa saat ini pihaknya di Perum Bulog Divre NTB sudah mulai mempersiapkan beras dan gula yang nantinya akan didrop di seluruh RPK sebagai tempat penukaran e-Voucher penerima bantuan non tunai pengganti dari Raskin. Bulog Divre NTB menyiapkan sebanyak 350 ton beras yang sudah dikemas masing-masing 5 kg. Selain itu juga Bulog Divre NTB menyiapkan kemasan gula pasir masing-masing dalam bentuk kemasan 1 kg.

[postingan number=3 tag=”raskin”]

Setiap kepala keluarga (KK) sebagai rumah tangga sasaran pra sejahtera yang sudah mendapatkan kartu e-voucher dari Kementerian Sosial RI, masing-masing 10 kg beras dalam kemasan 5 kg dan 2 kg gula pasir. Masyarakat penerima bantuan non tunai tersebut datang ke RPK yang ada di tempat tinggal mereka, kemudian menukarkannya dengan paket 10 kg beras yang dalam kemasan 5 kg dan 2 kg gula pasir.

“Sesuai permintaan pemerintah. Kami sudah siapkan kemasan beras dan gula pasir. Mengenai kapan mulai disalurkan, masih menunggu surat keputuan Gubernur,” jelas Ma’mun.

Sementara itu, perwakilan Bank BRI Cabang Mataram, Funding Official, Moh. Fikri Budi Mulya mengatakan, pemerintah pusat melalui Kemensos RI telah menunjuk tiga bank BUMN sebagai integrasi dengan RPK, yang nantinya menyalurkan bantuan non tunai yang ditukarkan dengan e-voucher program Raskin. Setiap RPK nantinya sekaligus menjadi agen BRILink dari Bank BRI.

Untuk di Kota Mataram, lanjut Fikri, Bank BRI Cabang Mataram, BRILink diintegrasikan untuk pengambilan paket beras 10 kg dan 2 kg gula pasir, dengan menyerahkan kartu e-voucher kepada pengelola RPK yang ada di setiap lingkungan, dan telah terdaftar di Perum Bulog Divre NTB.

“Kedepannya layanan BRILink tidak hanya untuk pengambilan paket Sembako program non tunai pengganti Raskin saja. Tapi juga untuk pengambilan program keluarga harapan (PKH) yang juga diluncurkan Kemensos RI,” ulasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, tahun 2017, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan bantuan Raskin senilai Rp 648,8 miliar kepada Provinsi NTB. Jumlah penerima Raskin tahun ini menjadi 473.049 Kepala Keluarga (KK) di 10 kabupaten/kota. “Penerima Raskin atau Rastra tahun ini bertambah 1.483 KK,” ungkap  Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik  kepada Radar Lombok, belum lama ini.

Tahun 2016 lalu jumlah kuota sasaran penerima Raskin hanya 471.566 KK saja. Dengan bertambahnya kuota sebanyak 1.483 KK, maka total penerima Raskin tahun 2017 ini di NTB menjadi 473.049 KK.

Adanya penambahan kuota ini bukan berarti jumlah KK miskin bertambah. Namun lebih kepada penyesuaian dan penyempurnaan data penerima. Pasalnya, selama ini ada beberapa warga masyarakat yang memang berhak menerima Raskin tapi namanya tidak ada. Maka sekarang mereka masuk, sehingga jumlahnya bertambah.

Penerima Raskin tidak harus selalu dikaitkan dengan angka kemiskinan. Mengingat jumlah penduduk miskin di NTB saat ini sebanyak 786.580 jiwa. Sedangkan penerima Raskin tahun ini sebanyak 473.049 KK. Jumlah penerima Raskin sebanyak 473.049 KK tersebut, tersebar di Lombok Timur sebanyak 138.363 KK, kemudian Lombok Tengah 96.375 KK, Lombok Barat 66.996 KK, Lombok Utara 33.755 KK dan di Kota Mataram sebanyak 25.680 KK. “Penyalurannya nanti dari Bulog, kecuali Kota Mataram yang sudah memakai e-Warong,” kata Khalik.

Mulai Januari 2017, rumah tangga miskin Kota Mataram tidak lagi menerima Raskin secara tunai. Raskin digantikan dengan program elektronik warung gotong royong (e-Warong). Lewat program ini, rumah tangga miskin menerima kartu elektronik yang isinya Rp 110 ribu, dan hanya bisa digunakan untuk membeli beras, gula, minyak dan tepung terigu. Program ini merupakan program pemerintah pusat untuk tahap pertama diberlakukan di 40 kota, termasuk Mataram.

Kemudian untuk kuota di Kabupaten Sumbawa sebanyak 34.040 KK, Dompu mendapatkan 19.356 KK, Kabupaten Bima 39.995 KK, Kota Bima 8.393 KK dan Sumbawa Barat sebanyak 10.096 KK. “Kualitas Raskin Insha Allah tetap terjaga,” tutup Khalik. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut