BRI Didesak Cairkan Dana KUR Tanpa Jaminan

DEMO: Ratusan massa saat melakukan aksi di kantor BRI Cabang Praya, Senin (14/3). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYARatusan massa dari berbagai wilayah di Lombok Tengah bersama Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani Cabang Lombok Tengah mendatangi kantor BRI Cabang Praya. Mereka datang untuk meminta agar pihak BRI bisa segera mencairkan kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan yang nilainya hingga Rp 100 juta.

Pengurus KSU Rinjani, mendesak agar BRI segera mencairkan KUR tanpa jaminan yang Rp 100 juta. Mengingat Presiden RI Joko Widodo sudah meminta kepada pihak perbankan mempermudah akses KUR bagi masyarakat untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. “Kita hanya meminta KUR yang Rp 100 juta tanpa jaminan untuk segera direalisasikan. Jadi tolong diterima berkas para warga yang sudah mengajukan. Karena ada beberapa unit tempat warga mengajukan, alasan mereka tidak mencairkan karena belum ada perintah dari cabang,” teriak Isnaini di kantor BRI Cabang Praya, Senin (14/3).

Pihaknya meminta kepada BRI untuk segera mencairkan dana KUR tanpa jaminan ini, karena sudah ada arahan dari pusat tentang bagaimana pemulihan ekonomi nasional. Sehingga rakyat hadir ke BRI, karena adanya yang mengatur KUR tersebut. “Pinjaman ini dalam rangka menghadapi Covid-19. Sehingga negara juga mengucurkan dana melalui bank penyalur yakni BRI,” tambahnya.

BACA JUGA :  Ratusan PTT Minta Diangkat Jadi PPPK

Ia menegaskan, warga akan tetap mengikuti prosedur pengajuan KUR sesuai dengan arahan dari BRI. Meski tidak ada bunga yang tiga persen, maka bisa juga bunga yang enam persen. Yang penting tanpa jaminan. “Jadi warga yang datang tidak hanya peternak sapi, tapi banyak juga yang lain. Tapi kami datang bukan aksi, wajar dong masyarakat datang mendatangi bank untuk meminjam uang,” tambahnya.

Yang mereka minta agar bank tidak mempersulit berbagai proses administrasi peminjaman KUR. Terlebih Presiden RI Joko Widodo sudah meminta agar bank tidak mempersulit. “Ada 13.000 warga yang mengajukan pinjaman. Ada yang untuk peternak sapi, petani untuk tanam semangka, dan lain sebagainya,” terangnya.

Pimpinan BRI Cabang Praya, Erwin Nur Himawan dalam kesempatan itu menerangkan, untuk KUR proses pengajuan sesuai dengan usaha masing-masing. Ini dilakukan per orangan dan BRI sudah menyalurkan KUR secara umum. Namun belum ada program PEN untuk tahun 2022 yang bunganya hanya 3 persen. “Tapi kalau KUR bunga 6 persen ada. Kalaupun ada pengajian nasabah misal Rp 100 juta, tentu kami juga akan melakukan survei dan bisa saja kita terima yang Rp 30 juta. Ketika kita berikan kredit, bukan berarti langsung semua nasabah ACC. Itu sesuai dengan kondisi nasabah karena kita lihat kondisi usaha,” terangnya.

BACA JUGA :  2022, Bandara Naikkan Tarif Parkir Kendaraan Setiap Jam

Ketika ada warga yang punya usaha, maka silakan bisa ajukan kredit atau KUR. Baru kemudian petugas akan melakukan proses selanjutnya untuk survei dan melengkapi persyaratan administrasi. KUR di BRI sendiri meliputi KUR mikro kecil dan tidak wajib ada jaminan, karena tergantung usaha masing-masing. “Tapi dengan bunga 6 persen. Mengingat bunga KUR yang tiga persen sudah tidak ada karena sudah berjalan. Kami juga tentunya mencairkan dengan melihat kondisi, termasuk melihat juga track record sebelum dilakukan pencairan. Jadi silakan warga mengajukan dan kami mempunyai mekanisme sebelum dilakukan pencairan,” tegasnya. (met)