BI NTB Dekatkan Layanan Penukaran Uang di Pulau Terpencil

BI NTB Dekatkan Layanan Penukaran Uang di Pulau Terpencil
BANSOS: Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Achris Sarwani, didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI NTB, Wahyu Yuana Hidayat, serta disaksikan anggota Komisi XI DPR RI, H Willgo Zainar, menyerahkan Bansos kepada Kepala SDN 2 Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTB memastikan daerah kepulauan yang ada di Provinsi NTB menggunakan mata uang rupiah sebagai alat transaksi pembayaran. Selain itu, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB juga mendatangi sejumlah pulau terpencil untuk melayani penukaran uang rupiah, seperti di Pulau Moyo, Sumbawa beberapa waktu lalu.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Achris Sarwani bersama Anggota Komisi XI DPR RI, H Willgo Zainar dan rombongan, mendatangi langsung perkampungan warga masyarakat di Pulau Moyo yang dikenal sebagai pulaunya Lady Diana, sang Ratu Legenda dari Inggris tersebut.

Selain memberikan layanan penukaran uang rupiah pecahan kecil, juga tim dari Bank Indonesia memberikan edukasi tentang uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di dalam kawasan negara kesatuan Republik Indonesia. Begitu juga dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat Pulau Moyo untuk mengenali ciri – ciri uang rupiah asli dengan uang palsu.

Terlebih, masyarakat di Pulau Moyo berada jauh dari perkotaan, tetapi menjadi daerah pariwisata yang cukup populer di dunia, karena banyak didatangani artis Hollywood dan juga pengusaha ternama dan tokoh nasional untuk menikmati keindahan alam laut dan juga kawasan hutan di Pulau Moyo yang terkenal dengan air terjun Mata Jitu-nya.

Achris Sarwani mengatakan, bahwa sebagai bank sentral di Republik Indonesia, Bank Indonesia memiliki tugas yang sangat penting dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, baik yang tercermin dari tingkat inflasi maupun nilai tukar rupiah terhadap valuta asing.

“Mememberikan pemahaman masyarakat terhadap peran dan tugas Bank Indonesia menjadi sangat penting guna mendukung kelancaran transmisi kebijakannya,” kata Achris Sarwani.

Menurut Achris, perhatian Bank Indonesia terhadap pengembangan daerah akan terus ditingkatkan, termasuk ke daerah yang termasuk dalam kategori 3T (terdepan, terluar, terpencil). Bentuk perhatian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kas keliling ke pulau-pulau terpencil, seperti di Pulau Moyo ini. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan peredaran uang layak edar di daerah-daerah yang jauh dari akses perbankan, guna mendorong kelancaran sistem pembayaran di daerah tersebut.

Selain memberikan edukasi dan menyiapkan layanan kas keliling serta penukaran uang rupiah, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB juga membantu pembangunan MCK, tempat wudhu, koleksi buku pelajaran, papan tulis serta meja belajar bagi Sekolah Dasar Negeri 02 Pulau Moyo.

Achris berharap, beragam bantuan yang diberikan dapat mendorong kelancaran aktifitas belajar – mengajar di sekolah, serta mendorong semangat berlajar di kalangan siswa-siswi. Selain itu, adanya bantuan pembangunan sarana MCK dapat mendorong pola hidup sehat dan bersih sebagai bagian dari meningkatkan kualitas hidup di masyarakat di Pulau Moyo.

“Peningkatan kualitas pendidikan menjadi tantangan yang perlu dijawab bersama guna mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut