Mulai 31 Agustus, BI NTB Banjiri Pasar dengan Telur Harga Murah

Heru Saptaji
Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB menggandeng Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di NTB terus berupaya untuk mengendalikan laju inflasi yang tinggi, akibat dari kenaikan harga sejumlah bahan pokok volatile food yang belakangan ini terus merangkak naik, seperti telur, cabai, dan lainnya. Untuk komoditas telur yang harganya semakin meroket, BI NTB mulai Rabu (31/8) mulai menggelar Gebyar Operasi Pasar Murah (OPM) di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram. BI NTB menggandeng sejumlah produsen atau peternak lokal ‘mengguyur’ pasar tradisional untuk menjual telur dengan harga murah.

“Kita ingin menstabilkan harga telur yang semakin mahal ini dengan menggelar OPM hingga beberapa hari ke depan di sejumlah pasar tradisional,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, kemarin.

Baca Juga :  BI Perluas Akses Penukaran UPK75 Secara Kolektif di Perbankan

Harga telur beberapa bulan belakangan ini semakin meroket. Kenaikan harga telur ini disebabkan kenaikan harga pakan yang semakin tinggi, dan serapan telur dari permintaan pendistribusian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Harga telur di pasar tradisional sudah tembus di angka Rp 62 ribu per terai. Sementara harga normalnya di kisaran Rp 42 ribu per terai.

Tingginya harga telur di pasar yang berpotensi menyebabkan lonjakan inflasi, menjadi atensi BI NTB. Gelaran Gebyar OPM khusus telur di sejumlah pasar tradisional tersebut, sebagai salah satu upaya BI NTB dalam stabilisasi harga, agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang terjangkau.

“Di lokasi pasar murah telur ini kita berikan harga benar –benar murah kepada masyarakat, agar terjangkau. Harganya di kisaran Rp 52 ribu per terai,” sebut Heru.

Baca Juga :  Layani Penukaran Uang Pecahan Kecil, BI NTB Libatkan Belasan Perbankan

Bank Indonesia bersama TPID NTB menyasar empat pasar tradisional utama yang ada di Kota Mataram menjadi lokasi gebyar operasi pasar murah khusus telur. Keempat pasar tradisional tersebut, di antaranya Pasar  Kebon Roek, Ampenan, Pasar Mandalika, Bertais, Pasar Sindu, Cakranegara dan Pasar Pagesangan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pelaksanaan pasar murah telur dimulai pada pukul 08.00 Wita sampai selesai setiap harinya.

“Sejumlah komoditas sudah mulai turun harganya, tinggal telur ini yang masih terjadi kenaikan. Makanya kita gelar OPM khusus telur di pasar tradisional,” ujar Heru. (luk)

Komentar Anda