Banjir Bandang Terjang Desa Kabul Lombok Tengah

Ilustrasi Banjir
Ilustrasi Banjir

PRAYA – Intensitas hujan yang terjadi Jumat malam (26/1) kembali membawa bencana di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Kali ini, banjir bandang menerjang tiga dusun di wilayah Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya. Yaitu, Dusun Kangak Daya, Orok Solot, dan Kabul. Banjir bandang sendiri tak hanya disebabkan curah hujan yang tinggi tetapi juga luapan air sungai desa setempat.

Kepala Desa Kabul Mukman Gafar bertutur, sekitar pukul 21.30 Wita, air sudah mulai meluap ke perkampungan warga. Lama kelamaan, air pun mencapai ketinggian 1 meter sehingga merendam rumah warga. Banjir ini kemudian diperparah lagi dengan luapan air sungai di wilayah desa setempat.

BACA JUGA :  Sumur Warga Menala Semburkan Gas

Akibatnya, banyak barang berharga milik hanyut tergerus banjir. Terutama kandang ternak milik warga dan perabotan rumah serta barang lain warga yang berada di pekarangan rumah. Sejumlah korban banjir rumahnya berada di dataran rendah bahkan harus mengungsi ke rumah warga lainnya yang lebih tinggi. ‘’Detailnya kami belum data secara rinci berapa jumlah rumah yang terkena banjir. Tapi perkiraan sementara ratusan, karena nyaris semua rumah di tiga dusun itu terendam banjir,’’ sebut Gafar kepada Radar Lombok, Sabtu lalu (27/1).

Kata Gafar, air mulai surut sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Namun, korban banjir belum bisa menempati rumahnya karena kondisnya masih belum memungkinkan. Mereka hanya berusaha menyelamatkan barang-barang yang tersisa akibat banjir. Mereka kemudian pulang sekitar pukul 07.00 Wita, setelah membersihkan pekarangan dan rumah mereka. ‘’Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,’’ sebutnya.

Untuk kerugian materil sendiri, Gafar mengaku belum bisa memastikan jumlahnya. Namun, taksiran sementara mencapai ratusan juga mengingat banyaknya barang warga yang hanyut. ‘’Yang tergenang itu kebanyakan pekarangan dan rumah warga. Kalau lahan pertanian untuk sementara ini tidak ada,’’ katanya.

Gafar berharap, pemda segera mengirimkan bantuan kepada korban banjir. Karena hingga Sabtu siang (27/1) belum ada bantuan apa-apa dari pemda. Baik sembako ataupun berupa bantuan logitik lainnya.

Gafar juga berharap, pemda memperbaiki sungai tersebut mengingat selalu terjadi luapan. Sehingga kedepannya tidak menyebabkan banjir. “Ini sudah dua kali terjadi. Kalau hujan pasti air yang di sungai itu meluap. Selain sempit, sungainya juga dangkal,’’ tandasnya.

BACA JUGA :  Jenazah Nelayan Tenggelam di Laut Selatan Ditemukan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah H Muhammad yang dihubungi Radar Lombok mengaku tidak tahu persis soal banjir di wilayah Desa Kabul itu. Pihaknya belum menerima laporan resmi dari petugas masih turun ke lokasi hari itu. “Tim masih di lokasi dan saya masih belum dikirimkan laporan resminya oleh petugas yang di lapangan,” katanya.

Muhammad juga mengaku belum berani memastikan jumlah kerugian akibat banjir itu. Ia juga mengaku belum menerjunkan bantuan logistik karena petugas masih melakukan pendataan. “Kita masih mendata dulu apa yang dibutuhkan oleh warga,’’ ppungkasnya. (cr-met)