Bali Siap Dukung MotoGP Mandalika

TEKEN: Gubernur NTB, Zulkeiflimasyah bersama Gubernur Bali, Wayan Koster saat meneken perjanjian MoU untuk saling menopang, terutama di sektor pariwisata. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

DENPASAR – Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Rabu (31/3).

Dalam kunjunganya, Zulkieflimansyah disambut langsung Gubernur Bali, Wayan Koster. Pertemuan itu menghasilkan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman untuk bekerja sama membangun sektor pariwisata. Mengingat, NTB dan Bali adalah daerah tetangga yang berdekatan. Kedua daerah ini juga sebelumnya sempat tergabung dalam Provinsi Sunda Kecil yang meliputi wilayah Provinsi Bali, NTB, dan NTT.

Gubernur NTB, Zulkeiflimansyah menyatakan, NTB dan Bali tidak seharusnya saling menyaingi. Tetapi saling mendukung untuk kemajuan bersama. “Tidak boleh lagi berpikir winlus tetapi win-win. Jangan sampai NTB dan Bali seperti saingan. Ini bukan zero same game. Ada yang menang ada yang kalah atau ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan,” ujarnya.

Dalam menghadapi perhelatan MotoGP misalnya, NTB membutuhkan dukungan dari provinsi lain seperti Bali. Baik dari sisi konektivitas laut, darat, dan udara antar kedua wilayah maupun kerja sama dalam pengembangan sektor UMKM. “Untuk itu pertemuan kali ini bukan sekadar datang ngomong-ngomong tidak ada yang konkret. Kadis-kadis kita pertemukan untuk kerja sama. Tidak hanya pariwisata tetapi perikanan dan kelautan, perhubungan, korporasi juga,” ujarnya.

Khusus untuk MotoGP, Zulkeifli mengatakan, bahwa jadwal masih tetap direncanakan digelar pada Oktober 2021. Presiden RI Joko Widodo tetap menginginkan perhelatan MotoGP digelar Oktober ini. “Dorna siap-siap saja tetapi jangan sampai kalau kita paksakan Oktober digelar, sementara pandemi belum reda nanti tidak ada penontonnya. Oleh karena itu, kalau mungkin vaksinasinya tetap terkendali mungkin bisa dilaksanakan Oktober ini,” ujarnya.

Disinggung mengenai kesiapan fasilitas, Zulkeifli mengatakan tidak ada masalah, terutama terkait akomodasi. Sebab penonton MotoGP rata-rata adalah dari kalangan menengah ke bawah. “Kalau kalangan menengah ke bawah terkait akomodasi biasanya tidak terlalu sukar. Tetapi kalau kalangan menengah ke atas itu biasanya ada kendala. Harus hotel bintang lima misalnya. Untuk itu tidak ada masalah sejauh ini,” ujarnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster sendiri mengapresiasi adanya kerja sama ini. Bali dan NTB tidak mungkin berjalan sendiri. Sebab satu sama lain saling menopang. “Harus saling kolaborasi. Saya kira inisiatif yang dilakukan oleh gubernur NTB dalam berbagai bidang sangat baik. Ini dalam rangka percepatan pembangunan di masing-masing daerah,” ujarnya.

Terkait perhelatan MotoGP, Koster mengaku siap untuk mendukungnya. Apapun yang dibutuhkan NTB pihaknya siap untuk membantu. “Kami akan mendukung karena pesertanya sangat banyak. Transportasi dari Bali kita akan dukung. Termasuk juga jika diberikan akomodasi kita juga siap,” ujarnya. (der)

BACA JUGA :  Melihat Keindahan Bukit Nanggi Desa Sembalun