Berkunjung Ke Destinasi Wisata Gili Nanggu Sekotong Lombok Barat

Dikagumi Wisatawan, Butuh Pembenahan Fasilitas

Berkunjung Ke Destinasi Wisata Gili Nanggu Sekotong
BUTUH PEMBENAHAN : Dua pengunjung Gili Nanggu saling membantu turun dari dermaga yang rusak menuju kapal. Tampak disaksikan oleh Staf Manajemen Gili Nanggu Cottage and Bungalow, Wayan Riva Budiarta. (ZULKIFLI/RADARLOMBOK)

Gili Nanggu merupakan salah satu gili yang menjadi andalan pariwisata Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Perhatian pemerintah terhadap kawasan seluas 12,5 hektar ini harus maksimal.


ZULKIFLI-GIRI MENANG


Untuk mengakses Gili Nanggu yang masuk wilayah Dusun Tawun Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong tersebut, bisa dari Dermaga Tawun, Pelabuhan Lembar di Kecamatan Lembar dan juga dari Pantai Cemare Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar. Dari Lembar bisa ditempuh sekitar 40 menit menggunakan perahu, sementara dari Tawun sekitar 20 menit. Hanya saja kalau dari Tawun tentunya harus menempuh perjalan darat dahulu.

Keterangan Ketua Pokdarwis Sekotong Barat, Sahnil, saat ini masih belum dibolehkan penyeberangan dari Cemare maupun Lembar karena belum ada solusi terbaik yang disepakati boatman (panggilan pemilik perahu yang mengantar tamu) Cemare dan Tawun. Adapun untuk sewa perahu dari Tawun menuju Gili Nanggu seperti diterangkan Sahnil yakni berkisar Rp 280 ribu untuk 6 orang pulang pergi.

Gili Nanggu
Gili Nanggu (Sumber wisataholiday.com)

Namun terlepas dari persoalan itu, Gili Nanggu tetap sangat mempesona. Di atas kapal atau perahu, sudah terlihat pasir putihnya. Bahkan beberapa belas meter dari pantai sudah terlihat ikan-ikan kecil serta karang. Dominan pohon yang ada di sana adalah cemara. Lautnya pun sangat bersih. Tetapi untuk pantainya masih terlihat sedikit sampah bawaan dari laut, berupa ranting dan plastik.

Sayang, bagi mereka yang menggunakan kapal tidak bisa bersandar dengan nyaman di pantai. Dermaga yang ada sudah rusak dan lapuk. Tidak mudah untuk menyandarkan kapal di dermaga tersebut. Ada yang terpaksa harus loncat langsung dari kapal dan ada juga yang memaksakan diri melalui dermaga karena tidak mau basah. Adapun untuk perahu yang memiliki kantir, tentunya tidak perlu melewati dermaga, melainkan langsung bersandar ke pantai.

BACA JUGA :  Kriminalitas Kawasan Wisata Marak, Budpar Salahkan Investor

Di Gili Nanggu sendiri tidak ada pemukiman, yang ada hanya satu penginapan dengan sekitar 30 karyawannya, yakni Gili Nanggu Cottage and Bungalow yang berdiri pada lahan seluas 4 sampai 5 hektar. Selebihnya adalah hutan yang masih asri. Begitu asrinya di Gili Nanggu, kita dengan mudah bisa melihat berbagai spesies burung liar. Burung-burung ini seperti tidak takut turun dan mencari makan pada jarak sekitar 3 sampai 5 meter dari pengunjung.

Gili Nanggu sendiri merupakan lokasi yang tepat untuk relaksasi, selain menikmati pantai, mandi dan snorkeling. Suasananya sangat jauh dari bising dunia modern. Di sini juga ada tempat penangkaran penyu yang dikelola manajemen penginapan. Pengunjung bisa melepas penyu ke laut lepas, yang tentunya ada biaya yang dikenakan untuk membantu konservasi penyu swadaya tersebut. Listrik di Gili Nanggu sendiri mengandalkan genset. Sementara air tawar dari pipa bawah laut. “Intinya di sini itu paling tepat untuk rilek,” ujar Staf Manajemen Gili Nanggu Cottage and Bungalow, Wayan Riva Budiarta saat ditemui di Gili Nanggu, Kamis (8/2). (*)

loading...