Ali-Sakti Jadikan Pasar Tradisional Jantung Ekonomi Masyarakat

SOSIALISASI:Calon gubernur dari jalur independen H Moch Ali Bin Dahlan saat turun sosialisasi. Ali BD disambut hangat masyarakat. (dok/)
SOSIALISASI:Calon gubernur dari jalur independen H Moch Ali Bin Dahlan saat turun sosialisasi. Ali BD disambut hangat masyarakat. (dok/)

MATARAM – Berbagai visi misi dan program kerja sudah dipersiapkan pasangan calon gubernur  dan calon wakil gubernur  dari jalur independen H Moch Ali Bin Dahlan dan TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni jika nanti diberikan amanah masyarakat NTB untuk menakhodai daerah.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius paslon nomor urut 4 itu  mendorong ada peningkatan perekonomian masyarakat. Salah satunya dimulai dari pembangunan pasar tradisional.” Pasar tradisional merupakan salah satu jantung perekonomian masyarakat,” kata calon gubernur H Moch Ali Bin Dahlan.

Bagi Ali BD, pasar tradisional masih menjadi gambaran ekonomi kerakyatan.  Selain itu, pembangunan pasar tradisional  sangat berkaitan juga Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, dengan adanya penanganan terhadap permasalahan pasar tradisional berdampak pada penanganan permasalahan kemiskinan. ” Banyak masyarakat kita  menggantungkan hidup pada pasar tradisional,” kata Bupati Lombok Timur dua periode itu.

Ali BD pun memaparkan, selama masa kepemimpinannya sebagai Bupati Lombok Timur, dirinya sudah memperhatikan secara serius keberadaan  pasar tradisional. Menurutnya, pasar tradisional merupakan salah satu jantung perekonomian masyarakat.

Di Lombok Timur, pasar tradisional sangat diperhatikan oleh pemerintah kabupaten. Umumnya, pasar tradisional di Lombok Timur mewadahi petani dan nelayan. Di tahun 2016, telah berdiri 5 pasar tradisional yaitu di Pasar Tanjung, Keruak, Terara, Labuhan Lombok dan Sambelia. ” Keberadaan pasar tradisional ini juga tetap akan menjadi konsen Ali- Sakti untuk mengembangkan dan memajukan ekonomi masyarakat NTB kedepan,” terangnya.

Selain tempat kegiatan ekonomi masyarakat, pasar juga mampu memaksimalkan hasil bumi yang dikelola petani dan nelayan. Dengan berdirinya 5 pasar tradisional ini, mampu meningkatkan PAD Kabupaten Lombok Timur di atas Rp 3 milliar per tahun.

Menurut Ali BD ,pembangunan yang harus dilakukan adalah yang berkeadilan dan merata. Semangat gotong royong menjadi hal utama dalam membangun Provinsi NTB. Pembangunan yang dilakukan semata-mata untuk kesejahteraan rakyat NTB. Koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk percepatan pembangunan yang berkeadilan. ” Karena itu mari kita bahu-membahu dalam membangun dan saling mendukung agar tercipta pembangunan di Provinsi NTB secara merata dan berkeadilan,” pungkasnya.(tim)