Aksi Begal Kembali Menghantui Warga Mataram

illustrasi

MATARAM—Aksi pembegalan kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Mataram. Pembegalan tersebut terjadi pada Rabu dini hari (4/11), sekitar pukul 02.00 Wita di sekitar jalan lingkar selatan, dengan korban adalah seorang pria dewasa yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Korban saat ini tengah di rawat di RSUD Kota Mataram, atas luka yang dialaminya di bagian kepala. Informasinya korban dipukul saat berada diatas kendaraannya, saat melintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya barang yang dirampas dari korban adalah uang tunai sekitar Rp 8 juta.

Korban saat itu pasrah, karena tidak ada daya untuk melawan. Bahkan untuk meminta pertolongan warga pun tidak memungkinkan, karena situasi jalan yang lagi sepi. Setelah beberapa menit usai kejadian, baru ada pengendara lain yang lewat dan membantu korban, serta selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pembegalan ini. Hanya saja perwira balok tiga ini tidak bersedia berkomentar panjang lebar. “Itu ditangani Polsek Pagutan,” ungkapnya singkat.

Sementara Kapolsek Pagutan, Iptu Ketut Artana yang dikonfirmasi pun demikian. Ia tidak bersedia berkomentar panjang lebar, dan hanya mengatakan kalau memang ada laporan masuk terkait peristiwa tersebut. Pihaknya juga telah menindaklanjuti dengan turun ke lokasi, dan meminta keterangan sejumlah pihak.

Hanya saja pihaknya tidak bisa melanjutkan kasus tersebut, karena TKP-nya masuk wilayah hukum Polsek Ampenan. “Setelah kita cek, itu masuk wilayah hukum Polsek Ampenan. Coba konfirmasi ke sana,” ujar Artana.

Sedangkan Kapolsek Ampenan, AKP Raditya yang dikonfirmasi juga enggan berkomentar. “Coba ke Kanit Reskrim saya,” ucapnya.

Namun ketika Radar Lombok mencoba menghubungi Kanit Reskrim Polsek Ampenan, baik melalui panggilan telepon maupun sambungan whatshap (WA), hingga berita ini diturunkan belum ada respon. (der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBupati Sukiman Restui Sekolah Dibuka Senin 9 November
Berita berikutnyaKredibilitas Survei POLRAM diragukan