Akhirnya, Kapal Pengeruk Dikirim

DERMAGA LABUAN HAJI: Tampak lokasi kolam sandar kapal di Dermaga Labuan Haji yang akan segera dilakukan pengerukan untuk menambah kedalamannya, sehingga bisa disinggahi kapal bertonase besar (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kapal pengeruk raksasa yang akan dipakai untuk mengerjakan kolam sandar Pelabuhan Labuan Haji kini telah dikirimkan pihak kontraktor. Kapal itu telah berangkat dari Surabaya sejak beberapa hari lalu, dan masih berada di perjalanan menuju dermaga tersebut.

Laju kapal yang lamban, menyebabkan proses perjalanan kapal itu butuh waktu cukup lama. Sebab kecepatan kapal itu hanya 2 knot. Jika tidak ada kendala seperti faktor cuaca, diperkirakan kapal akan tiba di Dermaga Labuan Haji, sekitar minggu ini, tepatnya hari Selasa.

“Kapal ini ditarik oleh kapal lain. Kalau cuaca baik hari Selasa sampai,” kata Plt Kadis Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satriadi, Sabtu lalu (15/10).

Infomasi yang diterima, keberadaan kapal kini telah berada di sekitar perairan Madura bagian timur. Kapal saat itu lanjutnya, terpaksa harus  berputar arah karena terhalang jembatan Surabaya – Madura (Suramadu). “Sehingga harus berputar,” terangnya.

Kalaupun kapal sudah sampai di Labuan Haji, juga tidak langsung dilakukan pengerjaan. Namun terlebih dahulu akan  menunggu kelengkapan alat keruk lainnya, seperti pipa. Setelah itu baru dilakukan instalasi berupa pemasangan perkakas pengerukan.

Paling tidak itu membutuhkan waktu beberapa hari, karena pipa pembuang material didatangkan dari Jakarta. Jika semua fasilitas sudah terpasang, baru dimulai proses pengerukan. “Insha Allah pipanya akan berangkat dari Jakarta hari Selasa,” sambung Satriadi.

Untuk pengerjaanya sendiri, nantinya material yang telah dikeruk langsung dihubungkan dengan pipa tersebut. Melalui pipa selanjutnya material di buang kembali.

Terkait kepastian kapan dimulai dilakukan pengerjaan? Diperkirakan antara tanggal 5 atau tanggal 10 November mendatang. Melihat bobot kapal yang besar, maka pengerukan akan membutuhkan waktu sekitar 28 hari sampai selesai. Dengan ini, maka tenggat waktu pengerjaan sampai 9 Desember, diyakini akan bisa terkejar.

Area luas pengerjaan kolam labuh luasnya mencapai 300 meter kali 500 meter. Sementara untuk kedalaman pengerukan sendiri  minus  7 meter. Sebelum  Proses pengerjaan dilakukan, terlebih dahulu telah dilakukan sejumlah kajian teknis. “Kalau menyangkut teknisnya saya kurang begitu paham,” ujar Satriadi.

Diketahui, proyek pengerjaan Dermaga Labuan Haji sebelumnya direncanakan sudah mulai dikerjakan tahun 2015 lalu. Bahkan saat itu anggaran pengerjaan sudah disiapkan setelah ditetapkan dalam APBD. Namun rencana pengerjaan tahun itu molor, karena tahapan proses perencanan yang belum tuntas.

Rencana pengerjaan kembali dilanjutkan tahun berikutnya. Bahkan besaran anggaran pengerjaan pada ABPD tahun 2016 ini mengalami penambahan, dengan pagu anggaran mencapai Rp. 40 miliar. Anggaran sebesar itu sebelumnya direncanakan akan  dialokasikan untuk biaya pengerukan dan pembuatan sejumlah fasilitas di lokasi pelabuhan. Tapi nyatanya, alokasi anggaran sebesar itu hanya untuk biaya pengerukan saja. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid