Jenazah Korban Kapal Tenggelam Ditemukan

Lewat Pelabuhan Tikus, Dishublutkan Tak Tanggung Jawab

Jenazah Korban Kapal Tenggelam Ditemukan
EVAKUASI : Tim gabungan membawa korban ke rumah duka menggunakan ambulans di tengah kerumunan warga yang ingin melihat korban. (BASARNAS FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Jenazah Zaenudin, 50 tahun Warga Dusun Tembobor Desa Medana Kecamatan Tanjung korban kapal tenggelam di perairan antara Gili Air dan Gili Meno Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) berhasil ditemukan dalam kondisi mengapung di Perairan Pantai Mentigi sekitar pukul 11.20 WITA, Jumat (13/7).

Tubuh Korban yang bekerja sebagai buruh bangunan di Gili Air ini ditemukan setelah tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI AL, Polairut, dan masyarakat nelayan berupaya melakukan pencarian selama dua hari. “Baru berhasil ditemukan pada hari kedua ini setelah tim gabungan melakukan pencarian sejak pukul 06.00 WITA, selama kurang lebih 4 jam,” ungkap Kepala Kantor Basarnas Mataram I Nyoman Sidakarya kepada wartawan.

Korban yang menjadi penumpang di Kapal Kecinan bermuatan material menuju Gili Air berencana mengerjakan salah satu pekerjaan di Hotel Ombak Paradise. Korban yang ditemukan meninggal ini tidak berhasil menyelamatkan diri pada saat kejadian tenggelam, sementara tiga korban lain bisa menyelamatkan diri.

Hari pertama, tim melakukan penyisiran sekitar perairan, namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya tim memutuskan melakukan penyelaman, dikarenakan korban diduga tersangkut di kapal pada kedalaman 20 meter. “Untuk kapal tidak diangkat,” terangnya.

Seperti diketahui, kapal yang mengangkut korban dan rekannya ini melalui pelabuhan tidak resmi di sekitar Kecinan Desa Malaka Kecamatan Pemenang. Lantas bagaimana pengawasan dari Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU?