Akan Ada Islamic Center di Kabupaten Lombok Barat

Islamic center

GIRI MENANG – Pemkab Lombok Barat akan membangun Islamic Center di kawasan Giri Menang. Pemkab menganggarkan Rp 8 miliar lebih di Rancangan APBD 2018. Anggaran tersebut untuk pembebasan lahan di wilayah Gerung.

Namun rencana pembebasan lahan ini kata Wakil Ketua III DPRD Lobar, Sulhan Muchlis, harus menggunakan argumen kuat. Mengapa sampai Gerung yang dipilih. Jangan sampai setelah dibangun Islamic Center justru sepi. Karena itu yang cocok menurut politisi PKB ini adalah Kediri atau Gunung Sari yang memang menjadi pusat pondok pesantren. “Jadi kenapa bukan di Kediri atau Gunung Sari begitu kan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Gaji Tenaga Kontrak di Lombok Barat Terbentur Kondisi Fiskal

Mewakili seluruh Fraksi DPRD Lobar, Munawir Haris sebagai juru bicara pada sidang paripurna tanggapan Fraksi atas Rangcangan Perda APBD Lobar 2018, Selasa siang (5/12) juga meminta penjelasan terkait Islamic Center ini. “Mohon penjelasan terkait dengan anggaran yang telah dirasionalisasi, seperti pengadaan tanah untuk Islamic Center,” tanyanya.

Ditemui usai menjadi Imam Salat Dzuhur di Masjid Pemkab Lobar, Fauzan mengatakan, kendati di Rancangan APBD disebutkan Islamic Center, namun dirinya lebih suka menyebut hendak membangun masjid. “Saya sebenarnya mau membangun masjid, masjid Pemda dan ini sudah ada masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Ini yang sering dilupakan sama orang. RPJMD itu kan Perda,” jelasnya.

BACA JUGA :  Gesekan Sesama Boatman, Pemkab Lombok Barat Harus Cari Solusi

Adapun Islamic Center atau masjid itu nanti akan dibangun di sebalah Timur Taman Kota Gerung. Adapun untuk pengembangannya apakah akan sama seperti Islamic Center Mataram, Fauzan tidak menyebut secara terang. Hanya saja dikatakannya, bahwa fungsi masjid itu bukan hanya sebagai tempat salat. Karena Rasulullah SAW saja berbicara saat perang itu di dalam masjid.

Kemudian untuk bangunan masjid nantinya tambah Fauzan, diikhtiarkan konstruksinya itu bukan seperti masjid arab melainkan masjid khas Lombok. “Jadi masjid Lombok bukan masjid Arab. Nanti kita minta masukan tokoh budayawan, tuan guru untuk itu,” tandasnya sembari menyampaikan keinginan bahwa kubahnya mirip dengan bagian atas Bencingah Kantor Bupati Lobar.(zul)