Lahan Pertanian di Lombok Barat Kian Susut

Lahan Pertanian di Lombok Barat
SUSUT : Areal pertanian di Lombok Barat terus menyusut menyusul meluasnya areal pemukiman dan pergudangan baru. (DOK/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Bukan barang baru kalau lahan pertanian di Lombok Barat saat ini terus tergerus, khususnya yang berada atau berbatasan langsung dengan Kota Mataram. Bila tidak disulap menjadi pemukiman kompleks, maka akan menjadi pergudangan. Seperti yang kini terjadi di Desa Bengkel Kecamatan Labuapi.

Kepala Desa Bengkel H. M. Idrus mengatakan, dulu luas lahan pertanian di Desa Bengkel mencapai 180 hektar lebih. Namun saat ini hanya tersisa sekitar 40 hektar lebih. Kondisi ini kata dia karena maraknya petani yang menjual lahan mereka, dan kini banyak disulap menjadi pergudangan. 

BACA JUGA :  GM Pelindo III Lembar Dipolisikan

Hal itupun lantas menurunkan jumlah petani di Desa Bengkel. Tetapi tidak dipungkiri dengan keberadaan pergudangan yang ada, menyerap banyak tenaga kerja dari warga setempat. 

Kepala Dinas Pertanian Lobar H. Muhur Zohri mengakui bahwa memang secara jumlah, lahan pertanian berkurang akibat pembangunan. Akan tetapi untuk luas tanam justru bertambah di Lobar, dari tahun sebelumnya, 17.001 hektar kini menjadi 17.248 hektar. 

Peningkatan luas tanam dalam setahun tersebut merupakan akumulasi jumlah dari sekian kali tanam yang bisa dilakukan petani di lahan yang sama dalam setahun.

Maklum saja, saat ini di lahan-lahan yang dahulunya tidak produktif, sudah ada embung dan sistem pengairan yang baik. Sehingga penanaman bisa lebih dari sekali dalam setahun. Hal itupun meningkatkan luas tanam dalam setahun. “ Kita terus membantu petani, baik dengan membangun embung atau membuat sumur bor,” tandasnya. (zul)