5678 Jiwa Terdampak Banjir Lobar, Ratusan Rumah Rusak, 5 Meninggal Dunia

MENCARI KORBAN HILANG: Tim gabungan berusaha mencari H Suri, korban yang hilang terbawa arus banjir bandang yang menerjang Desa Batulayar Barat. (ZULFAHMI/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Pencarian korban banjir bandang di Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat Kecamatan Batulayar yang hilang akhirnya ditemukan tim gabungan, Selasa (7/12). Tim gabungan menemukan korban di bawah tumpukan pohon di atas jembatan kampung setempat.

Pencairan korban penuh dengan perjuangan. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas berjibaku di tengah tumpukan kayu. Mereka berusaha mengangkat kayu secara manual untuk mencari korban H Suri yang hilang sejak kejadian banjir Senin pagi. Tim dibantu warga awalnya berusaha memotong tumpukan kayu yang sempat terbawa arus. Setelah beberapa jam sekitar 11.00 Wita, satu alat berat datang untuk melakukan pencarian korban.

Pantauan Radar Lombok di tempat kejadian, bangunan di sekitar jembatan tampak rusak. Satu masjid bagian lantai bawah rusak, beberapa rumah warga terendam lumpur, kemudian fasilitas pemandian umum warga di dekat masjid juga rusak dihantam air. Begitu juga dengan ruang kelas SDN 4 Barulayar Barat tertimbun lumpur.

Setelah hampir setengah jam alat berat beroperasi memindahkan tumpukan kayu, petugas alat berat menemukan dua ekor sapi yang tertimbun material banjir bandang. Warga menyebutkan kalau sapi tersebut adalah milik H Suri, korban yang hilang dan belum ditemukan. “Itu sapinya Haji Suri, pemilik mungkin di mana tersangkut, belum ditemukan hingga saat ini, ” tutur Rusni.

Meskipun belum ada tanda akan ditemukan, namun tim gabungan tetap berusaha untuk mencari korban. Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai kearah bagian atas, tidak terfokus ke tumpukan material tempat sapi ditemukan. Akhirnya korban terakhir bisa ditemukan pada sore hari sekitar pukul 15.30 Wita.

Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit PH mengatakan, korban atas nama H Suri ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 15.50 Wita. “Ditemukan tertimbun di rumah keluarganya, sekitar 50 meter dari tempat tinggalnya,” kata Nanang.

Kantor SAR Mataram kembali menerjunkan personelnya sejak Selasa pagi ke lokasi longsor untuk melakukan pencarian bersama potensi SAR dari berbagai unsur. “Akhirnya korban terakhir ditemukan saat memasuki pencarian hari kedua,” ungkap Nanang.

Jenazah H Suri telah diserahkan ke pihak keluarga. Kabag Ops Polres Lombok Barat AKP Dhafid Sidik mengatakan, kalau korban ditemukan dengan jarak 2 kilometer ke arah atas dari titik pencarian pertama di dekat masjid. “Jaraknya dua kilometer dari masjid kita sisir menyusuri sungai jalan kaki ke atas, ” sebut Dhafid.

BACA JUGA :  Ekonomi NTB Dinilai Masih Terkontrol

Dengan sudah ditemukan korban H Suri, total korban meninggal dunia menjadi lima orang di Desa Barulayar Barat. Data sementara akibat banjir bandang ini, ada empat kecamatan di Kabupaten Lombok Barat terdampak banjir. Dari data BPBD Provinsi NTB, jumlah jiwa sebanyak 5678 orang terdampak banjir. Rincinya di Kecamatan Gunungsari 2849 kepala keluarga (KK), Kecamatan Batulayar 1250 KK, Kecamatan Lingsar 81 KK, Kecamatan Sekotong 1222 KK. Dan, korban meninggal dunia  5  orang serta luka-luka 8

orang.

Sementara untuk kerusakan rumah sekitar  448 unit. Sedangkan untuk kerusakan fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan masih dilakukan pendataan. ‘’Untuk fasilitas keagamaan, satu masjid rusak, dan dua jembatan rusak, yaitu di Desa Lembah Sari dan Jembatan Meninting,’’ sebut Kabid Pencegahn dan Kesiapsiagaan BPBD Lombok Barat, H Tohri.

Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah mendatangi para korban banjir yang mengungsi di posko di pengungsian di Desa Barulayar Barat. Rohmi datang membawa bantuan dan memberikan trauma healing kepada para ibu dan anak-anak yang mengungsi di posko pengungsian. Rohmi mengajar anak-anak bernyanyi dan memberikan imbauan kepada para korban untuk bersabar dan menghadapi musibah ini. “Kita harus sabar dalam menghadapi musibah ini. Kita berdo’a semoga bencana ini cepat berakhir,” imbuhnya.

Sementara itu untuk bantuan dan kebutuhan para pengungsi, bantuan untuk korban sudah mulai berdatangan, baik dari pemerintah daerah, kabupaten maupun provinsi. Bahkan bantuan dari NGO juga sudah mulai berdatangan di tempat pengungsi. Untuk memenuhi kebutuhan makan minum, pemerintah juga sudah membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid memastikan masyarakat yang terdampak banjir semuanya telah tertangani. Titik banjir ada 40 titik dan terparah di wilayah Gunungsari dan Batulayar. “Perkiraan saya masyarakat yang mengungsi ada sekitar empat sampai lima ribu jiwa,” ujarnya ditemui saat meninjau lokasi banjir di Batulayar Barat, kemarin.

BACA JUGA :  Proyek Pelebaran Jalan Pusuk Tetap Berlanjut

Fauzan mengaku, seluruh korban telah dievakuasi ke tenda pengungsian. Segala kebutuhan mendasar seperti  makanan, minuman, air bersih, obat-obatan hingga pakaian telah terpenuhi. “Semua sudah tersentuh bantuan, relawan juga banyak di sana. Kalau ada titik yang belum, saya minta kades segera melapor dan memberikan data apa kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Fauzan meyakini masyarakat yang terdampak tak perlu cemas. Selain akan dipenuhi kebutuhan mendasarnya juga akan dibantu untuk membersihkan rumahnya yang sempat terendam banjir. “Tim kita melakukan pembersihan termasuk rumah korban. Untuk Batulayar kita akan mendatangkan alat berat. Kita ambil solusi untuk menyewa karena punya kita terlalu kecil dan tidak mampu mengangkat pohon-pohon besar,” ujarnya.

Terhadap rumah warga yang rusak, Fauzan menjanjikan akan melakukan perbaikan dengan dibantu pihak TNI dan Polri. Kemudian untuk korban meninggal dunia, pihak keluarganya akan mendapatkan santunan sebesar Rp 10 juta. “Kalau yang meninggal ini yang resmi sekitar Rp 10 juta. Boleh jadi nanti ada dari dermawan, boleh jadi ada dari saya secara pribadi,” ujarnya.

Kepala Desa Batulayar Barat, Mushab mengaku bahwa secara umum kebutuhan mendasar  masyarakat saat ini  cukup terpenuhi. Keluhan dari masyarakatnya bahwa yang masih kurang itu adalah kebutuhan bayi berupa pampers dan obat-obatan. “Tetapi Alhamdulillah saat ini sudah mulai didatangkan,” katanya.

Mushab menambahkan, untuk warga yang ada di tenda pengungsian ada sekitar 500 orang. Kondisinya saat ini rata-rata sehat. “Adapun yang sakit ringan sudah ditangani oleh petugas medis di posko kesehatan,” akunya.

Anggota DPRD Provinsi NTB, Multazam menilai penanganan pengungsi korban banjir oleh Pemkab Lombok Barat dan Pemprov NTB sudah baik dan tepat dalam proses tanggap darurat. Dia melihat ada kolaborasi dan kerja sama cukup baik di antara dua pemda itu untuk penanganan masyarakat terdampak banjir di wilayah Gunungsari, Batulayar dan sekitarnya. “Saya sudah berkeliling di lokasi terdampak banjir. Penanganan pengungsi korban banjir sudah cukup baik dan tepat,” kata politisi Nasdem ini. (ami/der/yan)