10 Pasangan Bukan Pasutri Diamankan

razia mesum bima
OPERASI : Kegiatan operasi penyakit masyarakat di hotel. (Yety/ Radar Tambora)

KOTA BIMA – Operasi penyakit masyarakat (Pekat) tahun 2017 berakhir, Senin (8/5). Selama 14 hari, Polres Bima Kota berhasil mengamankan 10 pasangan bukan suami istri. Mereka terjaring saat operasi di beberapa hotel yang ada di Kota Bima.

Kasubag Humas Polres Bima Kota IPDA Suratno menjelaskan, Ops Pekat tahun 2017 dimulai sejak Selasa (25/4). Sasaran operasi tersebut, judi, miras dan prostitusi. Sementara satuan yang dilibatkan, Sat Reskrim, Sat Res Narkoba dan Sabhara.

Dijelaskan Suratno, Kamis malam (4/5) personil Polres Bima Kota melakukan operasi dibeberapa hotel. Diantaranya, Hotel Lilagraha, Dewi Sari, Hotel Favorite dan Losmen Dara. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan lima pasangan bukan suami isteri.

Pasangan pertama, EK, 35 tahun warga Desa O’o Kecamatan Dompu dengan  MG, 40 tahun warga Bali. Pasangan kedua, MY, 35 tahun warga Kelurahan Jatibaru dengan HR, 27 tahun yang merupakan mahasiswa. Kemudian AL, 33 tahun warga Desa Wora Kecamatan Wera dengan EV, 23 tahun warga Desa Tawali Kecamatan Wera. “Dua pasangan lainnya, YN, 30 tahun warga Desa Belo dengan SF, 48 warga Kelurahan Santi. Dan NK, 24 tahun warga Kabupaten Sumba dengan ER, 22 tahun warga Sumba juga,” jelas Suratno, Senin (8/5).

Lanjut Suratno, pasangan yang terjaring operasi dilakukan pendataan di Unit PPA Polres Bima Kota. Kemudian mereka mereka diberikan pembinaan. Dan menandatangan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan itu. “Mereka yang terjaring rajia akan kami panggil keluarganya, sebelum mereka diberikan pembinaan,” ujarnya.

Selain mengamankan pasangan bukan suami isteri, dalam Ops Pekat polisi juga mengamankan sejumlah minuman keras dari berbagai jenis. “Untuk miras hasil Ops Pekat, rencananya akan dimusnahkan besok, Selasa (9/5) di halaman Mako Polres Bima Kota,” pungkas Suratno. (yet)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid