Waspada Pelajar Sebar Video Porno Saat Belajar Daring

Orangtua Wali Diminta Perketat Pengawasan Anak Main Medsos

Abdul Kahar Muzakkir ( JALAL/RADAR LOMBOK )

SELONG –  Penggunaan Smartphone (Hp) di kalangan pelajar SMP di Lombok Timur ternyata mulai memberikan dampak negatif dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring (online). Karena tidak sedikit pelajar dalam pelaksanaan belajar secara daring, juga bermain media sosial. Terlebih lagi, jika siswa tidak mendapatkan pengawasan dari orang tuanya saat bermain medsos melalui smartphone di sela-sela belajar secara daring.

Pasalnya, indikasi penyimpangan penggunaan Hp berbasis android khususnya dalam penggunaan medsos di sela-sela belajar saat ini telah banyak disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif.

“Kami telah menemukan indikasi penyimpangan penggunaan medsos oleh anak-anak, sehingga ini sangat mengkhawatirkan,” kata Kepala SMP Negeri 3 Pringgabaya kepada Radar Lombok Selasa (6/9).

Menurut Zakir, terungkapnya hal ini setelah salah seorang guru SMPN 3 Pringgabaya di-invite gabung di grup belajar siswa sekolah tersebut. Ternyata di dalam grup belajar tersebut banyak memposting konten dan gambar-gambar yang tidak patut mereka lihat alias bokep. Namun sebagian siswa yang tergabung di grup tersebut begitu mengetahui isi konten negative, siswa sebagian besar mengeluarkan diri dari grup tersebut.

“Kami sedang melacak anak-anak yang tergabung dalam grup tersebut sekaligus adminnya untuk kami dapat mengambil sikap, sehingga anak-anak tidak terjerumus ke perilaku negatif,” imbuhnya.

Atas kasus penemuan tersebut, pihaknya langsung gerak cepat turun melakukan investigasi kepada ada anak-anak yang tergabung dalam grup tersebut. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi semakin meluasnya dampak negative dari penyimpangan penggunaan medsos tersebut. Demikian juga ia mengimbau agar para orangtua di rumah untuk selalu meningkatkan pengawasan pada anak-anak mereka di rumah dalam bermedsos atau penggunaan Hp.

Kasus serupa juga ditemui pada siswa sekolah lainnya di Lombok Timur. Jadi hari ini tidak saja dialami oleh para siswa SMP Negeri 3 Pringgabaya. Hal ini tentu saja menuntut perhatian dan pengawasan oleh guru terhadap siswanya ketika melakukan proses belajar mengajar melalui daring tersebut.

Ia menambahkan bahwa dalam program belajar mengajar menggunakan sistem daring ini menggunakan aplikasi WhatsApp, karena ini yang yang banyak atau bahkan semua siswa menggunakannya dalam keseharian termasuk dalam proses belajar mengajar secara daring.

Sementara cara untuk menggunakan aplikasi, seperti zoom belum bisa dilaksanakan, mengingat anak-anak belum mampu dalam mengoperasikannya.

Terkait program pembelajaran, Zakir mengatakan selama ini berjalan lancar. Dimana fasilitas cukup memadai, baik fasilitas yang dimiliki sekolah dan para guru maupun HP yang dimiliki siswa. Dari 675 siswa, hanya sekitar 20 anak yang tidak memiliki HP sendiri. Hal ini tentu sangat mendukung dalam proses belajar mengajar dengan sistem daring ini.

Selain itu, guru-guru juga terus aktif untuk memonitor para siswa, sehingga bila tidak aktif akan segera dikontak atau bahkan didatangi ke rumahnya. Dalam kunjungan ke rumah siswa tersebut guru sekaligus bersilaturahmi dengan orang tua wali dan mengajak untuk meningkatkan pengawasan terutama saat  jam pelajaran dengan sistem daring ini sedang berlangsung.

“Guru dan orang tua siswa harus Lebih ketat mengawasi anaknya dalam belajar dengan Hp secara daring,” pintanya. (lal)