Warga Serbu Penukaran Uang di Taman Sangkareang

Warga Serbu Penukaran Uang di Taman Sangkareang
PENUKARAN UANG: Petugas dari Bank NTB melayani puluhan warga yang antri untuk menukarkan uang pecahan kecil di Lapangan Sangkareang Mataram, Senin kemarin (19/6). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, masyarakat mulai ramai berdatangan lokasi penukaran uang pecahan kecil yang sudah disiapkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, bersama sejumlah lembaga perbankan yang ada di Kota Mataram.

Seperti pada Senin pagi kemarin (19/6), ratusan warga masyarakat tampak mengerumuni loket penukaran uang ‘receh’ yang telah disiapkan 7 bank umum bersama Bank Indonesia yang menggunakan layanan mobil kas keliling di Taman Sangkareang, Kota Mataram.

Ratusan warga tersebut nampak ngantri untuk menukarkan uang pecahan kecil yang telah disiapkan oleh lembaga perbankan, mulai dari pecahan 1.000, 2.000, 5.000, 10.000, 20.000 dan 50.000 untuk uang baru tahun emisi (TE) 2016.

Tingginya antusiasme masyarakat untuk menukarkan uang pecahan kecil tersebut, membuat petugas di perbankan yang melayani masyarakat kelabakan. Pasalnya, meski setiap warga yang akan menukar uang pecahan kecil tersebut harus antri dengan membawa nomor antrian, mereka tetap mengerumuni loket penukaran uang kecil.

Bahkan, dalam waktu kurang dari 1 jam, uang untuk pecahan 2.000, 5.000 langsung ludes habis. Alhasil, tak sedikit warga yang menukar untuk pecahan 5.000 dan 2.000 sedikit kecewa. “Saya sudah 1 jam disini tapi tidak mendapatkan nomor antrian untuk menukar uang pecahan kecil, tapi justru keduluan habis pecahan uang yang saya inginkan,” kata salah seorang warga yang ikut antri, Cahyadi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Prijono mengatakan, hingga Kamis pekan lalu, uang pecahan kecil yang sudah keluar untuk ditukarkan oleh masyrakat mencapai Rp1,1 triliun. Dimana rata-rata perharinya uang keluar untuk penukaran uang pecahan kecil mencapai Rp80 miliar perharinya.

“Kami menyiapkan uang tunai pecahan kecil selama ramdahan ini mencapai Rp2,9 triliun,” kata Prijono disela-sela memantau layanan penukaran uang keliling di Taman Sangkareang.

Prijono mengatakan, khusus selama bulan ramadhan ini, kegiatan penukaran uang melalui kegiatan kas keliling telah dilaksanakan sejak tanggal 29 Mei 2017. Layanan penukaran uang oleh BI dan perbankan NTB ini tidak hanya dilakukan di pusat kota saja, melainkan di beberapa daerah lainnya seperti Sekotong , Lombok Barat, Kuta dan Gerupuk, Lombok Tengah, Pringgabaya , Lombok Timur, Bayan , Lombok Utara, Sape , Bima, Taliwang, KSB, maupun Dompu dan Sumbawa.

Bank Indonesia Provinsi NTB telah menyiapkan Rp2,9 triliun untuk kebutuhan penukaran dan transaksi uang tunai di kalangan masyarakat NTB. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 lalu yang sebesar Rp1,7 triliun, dan sudah termasuk untuk melayani kebutuhan uang tunai di Pulau Sumbawa melalui mekanisme kas titipan.

Hingga pertengahan Juni 2017, jumlah uang yang keluar dari Bank Indonesia ‘Outflow’ telah melebihi Rp1,058 triliun. Diperkirakan jumlah penarikan uang akan mencapai puncaknya pada minggu ketiga Juni 2017 hingga menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Adapun penyaluran uang tunai melalui kas keliling sendiri sudah mencapai sebesar Rp14, 280 miliar.

Selain mengandalkan kas keliing, penyaluran uang tunai di seluruh wilayah NTB juga dilakukan melalui mekanisme kas titipan dengan bekerjasama dengan perbankan di Kab. Sumbawa dan Kota Bima. Hingga pertengahan Juni 2017, penyaluran uang tunai ke kas titipan di Kab. Sumbawa dan Kota Bima masing – masing sebesar Rp142 Milliar dan Rp149 Milliar.

“Bank Indonesia bersama perbankan Provinsi NTB terus melayani penukaran uang keliling untuk masyarakat umum di setiap harinya hingga tanggal 22 Juni 2017,” pungkasnya. (luk)

BACA JUGA :  Pemprov NTB Siap Integrasikan BSS dan Wisata Sembalun