Warga Protes Pembangunan Rabat

PROTES : Perwakilan warga Azhari Mulyanto saat adu argumen dengan jajaran Pemerintah Desa Jembatan Kembar Timur terkait pembangunan rabat dusun kemarin (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Belasan warga Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar Lombok Barat mendatangi kantor desa setempat, Senin (9/1). Mereka memprotes pembangunan rabat dusun memakai anggaran 2016 yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

[postingan number=3 tag=”protes”]

Perwakilan warga, Azhari Mulyanto, menduga ada mark up atau pembengkakan anggaran pada pembangunan rabat pada 7 dusun setempat. Diantaranya untuk tanah uruk, harga ongkos tukang dan harga semen per saknya. Misalnya saja pada harga semen yang dalam RAB dianggarkan Rp 68 ribu. Sementara dalam pengerjaannya, semen yang digunakan harganya tidak sampai Rp 68 ribu. Azhari meminta pemerintah desa menjelaskan temuan-temuan yang ada kepada masyarakat. “ Kita minta agar apa yang disampaikan ke BPMPD sama dengan yang dilaporkan ke masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Jembatan Kembar Timur H. Ismail Darwan mengatakan, pelaksanaan pengerjaan proyek rabat di dusun ditegaskan tidak ada masalah. Semua sudah dikerjakan dengan baik. Hanya saja mungkin ada penilaian-penilaian yang berbeda. Pihaknya pun sudah memberikan salinan RAB untuk dipelajari bersama kemarin. “Kita kan sama-sama baru belajar. Tentu banyak penyempurnaan dalam hal ini,” ungkapnya.(zul)