Warga Pejeruk Keluhkan Drainase Tak Berfungsi

GENANGAN AIR: Akibat drainase tidak berfungsi, hampir dua bulan lamanya warga Pejeruk Perluasan harus mengalami genangan air dan jalanan becek, bahkan banjir saat terjadi hujan. Tampak genangan air yang masih terjadi hingga Rabu malam (15/3) (FAHMY/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Akibat hujan deras beberapa hari terakhir yang menimpa wilayah Kota Mataram dan sekitarnya, beberapa daerah mengalami genangan air, bahkan banjir. Seperti di Lingkungan Pejeruk Perluasan, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, genangan air ketika terjadi hujan lebat mencapai selutut orang dewasa.

“Meskipun hujan telah berhenti, jalan lingkungan tetap saja becek dan tergenang air. Itu terjadi karena drainase tidak berfungsi, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar,” kata H. Abdul Haris, warga setempat kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (15/3).

Menurut Haris, genangan air dan jalanan becek yang dialami warga Lingkungan Pejeruk Perluasan, khususnya di Gang Mandiri RT 1, tidak terjadi sehari atau dua hari ini saja. Namun telah hampir dua bulan lamanya.

[postingan number=3 tag=”drainase”]

Diakui, keluhan warga ini telah disampaikan kepada Lurah Pejeruk, agar diteruskan ke pihak terkait. Hanya saja hingga kini masih juga belum ada tindakan. Bahkan akibat kejadian ini, beberapa warga bertetangga di Lingkungan Pejeruk Perluasan menjadi saling curiga. Mereka merasa ada warga yang rumahnya berada di ketinggian sengaja menghalang-halangi jalannya air di drainase.

Padahal kenyataannya tidak demikian. Drainase yang ada memang tidak dapat berfungsi maksimal, karena antara yang di hulu dengan di hilir sama tingginya. Akibatnya air tidak dapat mengalir kemana-mana.

“Kenyataan itu diperparah adanya pembuangan air yang berasal dari usaha ternak ayam dan laundry milik warga, yang juga mengalir di saluran drainase. Sehingga selain jalan tergenang air dan becek, juga bau sekali, dengan kondisi genangan air berwarna kemerah-merahan,” tutur Haris.

Untuk itu Haris berharap ada perhatian dari pihak terkait di Pemkot Mataram, dalam hal ini Dinas PU dan Tata Ruang Kota Mataram, agar mau turun lapangan dan menyelesaikan berbagai permasalahan warga, khususnya terkait tidak berfungsinya drainase di Lingkungan Pejeruk Perluasan.

“Kejadian ini sudah lama kami alami, hampir dua bulan lamanya. Bahkan kondisi warga Pejeruk Perluasan sendiri saat ini ada yang sampai saling tidak bertegur sapa karena saling curiga mencurigai. Mohon kiranya pihak terkait untuk turun mengecek, serta memperbaiki drainase yang tidak berfungsi di tempat kami ini,” pinta Haris.

Sementara Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kota Mataram, Mahmudin Tura, ketika dikonfirmasi terkait permasalahan yang dialami warga Lingkungan Pejeruk Perluasan itu mengakui, kalau pihaknya belum mendapatkan informasi soal kerusakan atau tidak berfungsinya drainase di wilayahnya tersebut.

Namun dia berjanji, besok atau dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melakukan pengecekan kondisi drainase yang dikeluhkan oleh masyarakat Lingkungan Pejeruk Perluasan itu. “Besok kami akan cek lokasi kerusakan, agar segera bisa diperbaiki,” janji Mahmudin.

Disampaikan Mahmuddin, tahun 2017 ini ada sekitar Rp 400 juta dana swakelola yang dimiliki Dinas PU Mataram untuk perbaikan drainase di Kota Mataram. Anggaran ini adalah untuk perbaikan drainase yang kecil-kecil. Tetapi kalau untuk perbaikan kerusakan yang besar, tentu akan dianggarkan melalui  APBD Kota Mataram. ”Mudahan kerusakannya tidak terlalu besar, sehingga bisa langsung ditangani,” paparnya. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid