Warga Diminta Waspada Puncak Pancaroba

Iwan Maret Asmara (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara megimbau seluruh warga untuk tetap waspada akan puncak pancaroba (peralihan musim kemarau ke hujan).

Berdasarkan informasi yang diterima BPBD dari Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, puncak pancaroba akan terjadi akhir bulan November ini. Pada waktu itu, dipredeksikan   hujan deras akan mengguyur sebagian wilayah di Lombok Utara. Sehingga warga diminta tetap waspada akan kemungkinan terjadinya bencana saat musim hujan.

Imbauan ini disampaikan langsung Kepala BPBD Lombok Utara, Iwan Maret Asmara. Dia menginformasikan, penyebab hujan deras ini bukan hanya puncak pancaroba. Melainkan disebabkan juga pengaruh cuaca yang terjadi pada negara Filipina. Imbasnya akan sampai di wilayah Lombok, sehingga masyarakat harus tetap mengantisipasinya. “Berdasarkan perkiraan BMKG, puncak pancaroba akan terjadi bulan November. Peralihan musim dari kemarau ke musim hujan memang saat ini telah mulai, namun kondisi saat ini tidak parah, karena baru sebagian wilayah Lombok Utara yang diguyur hujan. Itupun disebabkan cuaca dari Filipina yang berimbas ke sebagian wilayah di NTB,” terang Iwan kepada Radar Lombok, Selasa (1/11).

Iwan sendiri mengaku, pihaknya sudah mempersiapkan kemungkinan terjadinya bencana pada puncak pancaroba ini. Yakni, menyiapkan personel baik Tim Reaksi Cepat (TRC) maupun tim-tim yang dibentuk di masing-masing desa. Bahkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah turun melakukan pemetaan rawan bencana, baik banjir maupun longsor.

Untuk longsor sendiri, sebutnya, ditemukan ada 10 titik. Di antaranya, kawasan Pusuk, Kerujuk, Jeruk Manis Menggala Desa Pemenang Barat, Teluk Nara Daye Desa Malaka, Tebanyak Desa Tegal Maja, Pekatan Desa Jenggala, Selelos Desa Bentek, Santong Asli Desa Santong, Lokok Awur Desa Karang Bajo, dan Batu Gerantung Desa Loloan.

Untuk kawasan rawan banjir air pasang (ROB) ada di 5 titik. Yaitu, Telok Kombal Desa Pemenang Barat, Muara Putat Desa Pemenang Timur, Jambianom Desa Medana, Tampes Desa Selengen, Lokok Buak Desa Sukadana. Untuk kawasan rawan angin putting beliung dipredeksikan di 8 titik. Yaitu, Desa Akar-Akar, Desa Mumbul Sari, Desa Gumantar, Desa Salut, Desa Selengan, Desa Gondang, Desa Sambik Bangkol, dan Desa Malaka. “Ini yang kita antisipasi,” urainya.

Dari sejumlah titik itu, sambung Iwan, pihaknya juga telah membentuk tim siaga bencana di 11 desa. Yaitu, Pemenang Timur, Pemenang Barat, Tegal Maja, Jenggala, Bentek, Rempek, Gumantar, Mumbul Sari, Salut, Senaru, dan Malaka. Sedangkan forum pengurangan resiko bencana ada di 10 desa. Yaitu, Pemenang Timur, Pemenang Barat, Tegal Maja, Jenggala, Bentek, Rempek, Gumantar, Mumbul Sari, Salut, Senaru. Sementara desa tangguh bencana ada 2 yaitu Desa Bentek dan Desa Pemenang Timur. “Kita sebenarnya ingin semua desa ada, tapi kami akan bentuk secara bertahap,” tambahnya.

Dari pembentuk tim bencana ini, BPBD telah dan akan memberikan pelatihan berkelanjutan secara bergilir dalam mengantisipasi bencana. Sementara peralatan memang masih belum ada tapi pihaknya mengupayakan tahun ini akan diusulkan supaya tahun depan telah bisa mengadakan peralatan dan memberikan pelatihan. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintahan desa juga bisa mengganggarkan melalui masing-masing anggaran desa, mengingat saat ini pemerintahan desa telah mengelola anggaran cukup besar. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid