Waspadai Puncak Pancaroba November

GIRI MENANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak Pancaroba terjadi pada November mendatang ditandai dengan adanya perubahan cuaca secara ektrim. Saat ini hanya permulaan Pancaroba saja.

Berdasarkan keterangan pihak BMKG Stasiun Kediri, peralihan musim dari kemarau ke hujan memang saat ini telah mulai. Namun ini baru awal saja. Puncak Pancaroba akan terjadi pada November mendatang.” Peralihan musim saat ini masih pengembangan perubahan awan biasa. Tidak Pancaroba yang parah. Puncaknya nanti bulan November,” kata climate forescaster BMKG Stasiun Kediri Cakra Mahasurya kepada Radar Lombok, Kamis (15/9).

Saat ini, kekeringan melanda sejumlah titik di Lombok Barat terutama di wilayah Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung dan Kuripan. Namun saat ini sudah tiba masa peralihan yang ditandai dengan cuaca berawan dan hujan ringan dengan arah serta kecepatan angin timur laut-barat daya maksimal 28 kilometer per jam. Kemudian, temperatur 21-35 celcius dengan kelembaban udara 35-96 persen. Sedangkan, tekanan udara 1009-1014 mb. 

Di Gerung misalnya, ditandai dengan  kondisi cuaca pada dini hari cerah, kemudian pagi hari berawan, siang berawan, dan malam hari berawan. Curah hujan saat ini berkisar antara 5-20 milimeter dengan sifat hujan di atas normal. Pada bulan Agustus lalu berada di kisaran 20 milimeter dengan kondisi normal. Pada bulan September lebih banyak pada kisaran 20-100 mili meter dengan sifat hujannya di atas normal. “ Prakiraan kondisi hujan pada bulan ini masih berpeluang di NTB khususnya di Lombok Barat, yang seharusnya kemarau,” terangnya.

Ia juga menyampaikan kondisi perairan. Suhu perairan di Lombok Barat masih + 1,8 derajat celcius. Sehingga potensi pertumbuhan awan-awan hujan di Lombok Barat masih banyak.

Kondisinya masih punya potensi hujan dengan netral di atas normal 90 persen, pada periode Mei-Juni El-Nino mengalami kenaikan 5 persen dari 0 persen.(flo)