Wagub Inginkan Kelompok Ternak Berperan Turunkan Kemiskinan

MATARAM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar workshop kelompok pertanian peternakan penerima barang bantun yang bersumber dari APBD Provinsi NTB tahun 2016.

Wokrshop yang melibatkan 350 orang  peserta dari kabupaten/kota itu dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB, H. Muhammad Amin di Hotel Lombok Plaza, Selasa kemarin (19/7). Wagub  Muhammad Amin mengatakan, bahwa bantuan yang bersumber dari APBD termasuk dari juga APBN pemerintah pusat melalui berbagai program sebagai salah satu upaya yang dihajatkan untuk  peningkata kesejahteraan dan tentunya berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan penduduk NTB.

“Program penyaluran bantuan bagi kelompok ternak ini merupakan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan,” kata Wagub.

Dikatakan Wagub,  pemberdayaan masyarakat/kelompok masyarakat melalui bantuan sosial merupakan upaya nyata yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kemampuan, daya saing masyarakat di daerah NTB.  Dengan berbagai program dan bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat dan daerah melalui dana APBN dan APBD harapannya adalah dapat memacu munculnya usaha-usaha produktif  baru dari masyarakat dalam pendapatan dan kesejahteraan khususnya melalui pengembangan usaha berbasis peternakan. “Kita berharap akan banyak muncul wirausaha baru bidang peternakan. Karena usaha peternakan ini sangat menjanjikan dalam  meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Amin juga berharap agar momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik, karena para peserta yang hadir merupakan orang-orang pilihan yang dipercaya oleh pemerintah dengan mendapatkan bantuan APBD Tahun 2016 dalam mengembangkan amanah bantuan sosial yang didasari niat baik dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Drh. Erwin Kusbiantoro mengatakan workshop diikuti sebanyak 350 orang dengan rincian sebanyak 142 kelompok, dimana setiap kelompok yang hadir sebanyak 2 orang, 10 petugas teknis dari kabupaten/kota dan narasumber dari  penegak hukum.

Erwin mengatakan, pertemuan wrokhsop bagi kelompok ternak di NTB tersebut yang menerima bantuan dari APBD NTB tahun 2016 itu bertujuan untuk menjamin program bantuan sosial dan hibah barang sesuai aturan dan prosedur. Sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang  menyebabkan kerugian negara . Selain itu juga mewujudkan tertib dan kelengkapan administrasi program bantuan sosial dan hibah sesuai ketentuan yang berlaku, serta meningkatkan kapasitas kelompok usaha serta menjamin proses pemasaran hasil produk yang  dihasilkan kelompok ternak.

Dalam pertemuan tersebut Erwin juga berharap nantinya akan bisa meningatkan kapasitas kelompok ternak dalam hal usaha pembibitan terutama dalam menyiapkan bibit ternak yang berkualitas,  menjamin proses pemasaran dan tataniaga yang berpihak kepada peternak disamping meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan kelembagaan kelompok. “Harapannya tentu agar peternak  mampu meningkat daya belinya dalam rangka menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya. (luk/adv)