Wagub Buka Table Top Direct Promotion Lombok Sumbawa di Jakarta

Jpeg

JAKARTA—Sebagus dan secantik apapun alam di Pulau Lombok maupun Sumbawa, Provinsi NTB, kalau tidak intens dipromosikan keluar daerah, atau bahkan keluar negeri secara berkelanjutan, tentu tidak ada wisatawan yang berkunjung. Termasuk para pemilik modal, kalau informasi potensi yang ada di NTB minim, tentu tidak bakal ada investor yang mau menginvestasikan uangnya untuk membangun di NTB.

“Ibarat gadis cantik, kalau tidak sering diajak keluar atau dikutkan acara-acara oleh keluarganya, saya yakin tidak akan laku-laku (menikah) gadis cantik itu,” kata Asisten Deputi Segmen Pasar Wisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI, Tasbir, dalam sambutan ketika pembukaan Table Top antara 30 pelaku usaha wisata NTB (seller) dengan para pelaku usaha wisata Jakarta (buyer), yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona-Jakarta, Sabtu (17/7).

Kesempatan itu, Tasbir mewakili pihak Kementerian Pariwisata menyambut baik sekali kegiatan B to B (business to business) bidang pariwisata yang dilakukan para pelaku usaha wisata kedua daerah. Pihak Kementerian Pariwisata sendiri tak henti-hentinya mensuport berbagai kegiatan kepariwisataan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB.

Disampaikan, NTB sering menjadi kecemburuan daerah-daerah lain di Indonesia, karena pihak Kementerian Pariwisata begitu sangat memperhatikan, bahkan mendukung penuh, baik melalui asistensi maupun pendanaan.

“Suport atau dukungan kita berikan, karena komitmen para pemimpin daerah NTB terkait pengembangan kepariwisataan juga sangat intens. Bayangkan, Gubernur Sulsel sendiri bercerita, bagaimana kegigihan Pemprov NTB dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya (Sulsel) Makassar. Sehingga dia (Gubernur Sulsel) juga berniat melakukan hal serupa,” tutur Tasbir yang juga mantan Kadisbudpar Provinsi DI Yogyakarta ini.

Komitmen kuat mengembangkan program kepariwisataan NTB itu juga diakui Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin. Bahkan orang kedua di NTB ini, bersama Gubernur NTB, DR TGH M Zaenul Majdi, memiliki keinginan kuat menjadikan sektor kepariwisataan NTB bisa menjadi pemasukan besar untuk daerah, termasuk mengungguli sektor pertanian dalam arti luas yang selama ini masih menjadi penyumbang terbesar PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).

Menurutnya, dua pulau besar di NTB, masing-masing memiliki dua gunung yang sejarah letusannya mengguncang dunia, yakni Gunung Rinjani dan Gunung Tambora. Kedua pulau utama, serta ratusan pulau-pulau kecil disekitarnya, memiliki berbagai potensi keindahan alam yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. “Demikian sepuluh kabupaten/kota yang ada di NTB. Kesepuluh Kepala Daerahnya juga memiliki obsesi dan keinginan yang sama untuk memajukan kepariwisataan di masing-masing daerahnya,” papar Amin.

BACA JUGA :  Mengenal Komunitas Fhotography Hijabers Lombok

Karena itu sambungnya, melalui berbagai kebijakan promosi yang dilakukan Pemprov NTB melalui Disbudpar NTB, seperti pelaksanaan Table Top antar pelaku usaha wisata NTB dan Jakarta ini, hasil akhir yang diharapkan adalah dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke NTB, yang tahun 2016 ini ditargetkan sebanyak 3 juta wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Jikalau target kunjungan 3 juta wisatawan ke NTB ini tercapai, dimana 1,5 juta wisatawan diantaranya diharapkan adalah wisatawan mancanegara. Maka Provinsi NTB sekaligus dapat menjadi daerah penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional, yang tahun ini ditargetkan sebesar 20 juta wisatawan mancanegara,” ucap Amin.

Sementara Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, dalam laporan menyampaikan, agenda Direct Promotion Lombok Sumbawa di Jakarta kali ini, dimana satu agendanya adalah Table Top antar pelaku usaha wisata, juga dilakukan untuk mempromosikan berbagai agenda kepariwisataan yang akan berlangsung di NTB, khususnya di Lombok dalam waktu dekat ini.

“Agenda pertama yaitu promosi pelaksanaan tiga sport tourism (olahraga wisata) yang akan berlangsung di Lombok dalam waktu dekat ini. Diantaranya kegiatan Rinjani 100 (sebelumnya bernama Rinjani Ultra), yaitu lomba lari mendaki Gunung Rinjani, yang rencananya akan diikuti oleh 500 pelari. Hingga detik ini, pihak panitia telah menerima pendaftaran peserta sebanyak 480 pelari, sehingga dalam waktu dekat pendaftaran akan terpenuhi kuota dan ditutup,” jelas Faozal.

Sport tourism berikutnya lanjut Faozal, yaitu pelaksanaan Kompetisi Paralayang Internasional, yang akan berlangsung di Are Guling, Kabupaten Lombok Tengah. Sedangkan agenda ketiga yaitu Sepeda Marathon Internasional, GFNY (Gran Fondo New York) Lombok, yang bakal diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai belahan dunia, dengan tajuk The Race On The Exotic Island Of Lombok.

“Melalui promosi  di Jakarta ini, harapannya bisa diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya akan berkunjung ke NTB untuk melihat perhelatan besar kepariwisataan ini. Sedangkan terkait Table Top antar pelaku usaha wisata yang juga berlangsung, momen ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha wisata Jakarta untuk menjual Lombok atau Sumbawa melalui paket-paket wisatanya,” pungkas Faozal. (gt)