Usai Tenggak Miras, Kaur Trantib Tewas

TEWAS: Jenazah petugas Kaur Trantib Desa Sambelia saat dilakukan pemeriksaan visum luar oleh petugas di Puskesmas setempat.

SELONG—Kejadian tragis menimpa H (47), Kaur Trantib Desa Sambelia, yang diketahui warga Dusun Gubuk Daya, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia. Yang bersangkutan ditemukan tewas, tak lama setelah selesai menenggak minuman keras  (Miras), Senin kemarin (13/3), sekitar pukul 19.30 Wita.

Kejadian ini lantas menggemparkan warga setempat. Ketika itu korban ditemukan sudah tidak bernyawa delam kondisi tertindih kendaraan yang akan dipakai ke kantor desa. Mengetahui kejadian ini, petugas langsung ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kronologis kejadian, usai mengkonsumsi Miras jenis Tuak, korban berencana akan datang ke Kantor Desa Sambelia untuk rapat. Korban kemudian menghidupkan motor yang akan digunakannya. Namun seketika korban mengalami kejang layaknya orang tersengat listrik. Sementara istri korban yang berada disampingnya sontak terkejut dan langsung memegang korban.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Tak lama korban langsung tersungkur tepat di samping kendaraanya. Bahkan kendaraan  juga ikut  terjatuh dan menindih korban. Korban kemudian dilarikan  ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan. Namun dalam perjalanan  nyawa korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia. “Karena tertindih motor, korban mengalami luka sobek dibagian dahi sebelah kirinya,” kata Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu I Made Tista.

Setelah itu, jenazah korban langsung dilarikan ke Puskesmas untuk dilakukan otopsi. Tak lama petugas pun langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Sejumlah barang bukti yang ada di tempat kejadian diamankan. Selain itu petugas juga turut meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian ini.

“Korban dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum luar. Dari hasil visum , korban meninggal dunia akibat benturan setelah terjatuh,” terang dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis kata dia, petugas kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban. Koordinasi itu untuk meminta pendapat dari pihak keluarga apakah jenazah korban akan dilakukan otopsi atau tidak. Selain itu, petugas juga memberikan sejumlah fakta terkait dengan kejadian yang dialami korban. Dari keterangan petugas itu, pihak keluarga memutuskan menolak untuk dilakukan otopsi.

Setelah itu, jenazah korban dibawa pulang pihak keluarga. “Petugas menyarankan pihak keluarga untuk membuat surat pernyataan otopsi. Dan bersama tim identifikasi dari Polres, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kematian korban,” tutup dia. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid