Truk Bermuatan 9 Penumpang Terguling di Sajang Sembalun

SELONG–Truk Mitsubishi DK 9431 WJ bermuatan 9 orang dan alat-alat bangunan terguling di jalan Sajang-Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (3/12/2022) sekitar pukul 08.30 WITA.

Truk yang dikendarai Kamaludin (38) warga Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur tersebut, terguling saat melintasi turunan, lantaran tidak bisa mengendalikan truk yang dikendarainya.

Akibat kejadian ini, bahan bangunan yang diangkut berserakan di tepi jalan (TKP), dan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Truk ini rencananya akan ke Lombok Utara untuk pengerjaan proyek rumah. Namun setibanya di jalan Sajang-Bilok Petung tepatnya di turunan, rem blong.  Nahas truk tersebut tidak bisa dikendalikan oleh sopir, sehingga mobil terbalik ke jalan.

Baca Juga :  Polda NTB Perintahkan Polres Loteng Periksa Polisi yang Pukul Warga

Atas kejadian itu sopir tidak mengalami luka, namun 9 orang penumpang mengalami luka ringan dan langsung dievakuasi oleh warga setempat lalu dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk perawatan lebih lanjut.

Kapolsek Sembalun AKP Lalu Pancawarsa saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus kecelakaan tunggal itu.

“Kasus kecelakaan ini telah ditangani, dan beruntung tidak ada korban jiwa dalam kasus ini,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat terutama pengguna jalan untuk hati-hati dan mengecek kendaraan sebelum berangkat. Karena jalan raya jalur Sembalun banyak tanjakan dan turunan meski jalannya sudah lebar dan bagus.

Baca Juga :  Mati Mesin di Tanjakan Sembalun, Truk Minyak Goreng Terguling, Warga Bawa Ember

Menurutnya sudah sering terjadi kecelakaan di tempat yang sama, baik di jalur Pusuk Sembalun maupun di jalur Sajang-Bilok Petung begitu juga sebaliknya.

“Tahun ini tidak kurang dari lima kasus laka lantas melibatkan roda empat terjadi di jalan raya jalur Sembalun dengan kejadian yang sama,” pungkasnya.

“Tidak ada salahnya kita selalu cek kendaraan yang akan kita gunakan sebelum berangkat, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tutup Panca. (lie)

Komentar Anda