Triwulan I Ekonomi NTB Tumbuh 4,59 Persen

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi
Triwulan I Ekonomi NTB Tumbuh 4,59 Persen

MATARAM—Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi  Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat perekonomian Provinsi NTB di triwulan I tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 4,59 persen. Pertumbuhan perekonomian NTB di triwulan I tahun 2017 itu jika dihitung tanpa sub kategori pertambangan bijih logam.

“Kalau sub sektor pertambangan dikeluarkan maka ekonomi NTB tumbuh sebesar 4,59 persen di triwulan I-2017 ini,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Isa Ansori, Jumat kemarin (5/5).

Pada triwulan I-2017 perekonomian Provinsi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 27,96 triliun. Sedangkan tanpa sub kategori pertambangan bijih logam, PDRB Provinsi NTB atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 23,95 triliun.

Hanya saja jika sub kategori pertambangan dimasukan dalam perhitungan ekonomi NTB pada triwulan I tahun 2017, justru mengalami kontraksi atau minus sebesar 4,18 persen dibandingkan dengan kondisi triwulan I-2016 atau year on year (y-on-y).

Sementara itu pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB triwulan I-2017 ini dibandingkan dengan triwulan IV-2016 ata (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 6,26 persen. Sedangkan tanpa sub kategori pertambangan bijih logam  tumbuh sebesar 1,18 persen.

Dikatakan Isa, bahwa kegiatan ekonomi pada lapangan usaha kategori pertambangan dan penggalian merupakan satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada triwulan I-2017 ini (y-on-y). Dengan share sebesar 17,27 persen, lapangan usaha ini menjadi sumber kontraksi utama yaitu sebesar -7,48 poin.

Nilai tambah pada lapangan usaha pada kategori pertambangan dan penggalian mengalami penurunan akibat menurunnya produksi konsentrat. “Dari sisi PDRB Pengeluaran, sumber kontraksi utama adalah komponen ekspor luar negeri sebesar -6,64 poin,” sebut Isa.

Struktur perekonomian Provinsi NTB menurut lapangan usaha pada triwulan I tahun 2017 didominasi oleh tiga kategori utama, yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,76 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,37 persen. Sementara itu pertambangan dan penggalian  sebesar 17,27 persen.

Untuk lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada triwulan I-2017 adalah lapangan usaha kategori pertania, kehutanan dan perikanan. Peningkatan produksi khususnya tanaman pangan disebabkan mulai memasukinya masa panen raya.

Hal ini menyebabkan pertumbuhan yang cukup tinggi pada kategori pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 14,42 persen. Sehingga kategori ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi NTB di triwulan I-2017 yaitu sebesar 3,39 poin.

Selain itu perekonomian NTB tanpa sub kategori  pertambangan bijih logam pada triwulan I-2017 tumbuh sebesar 1,18 persen dibandingkan dengan  triwulan IV-2016 . Hal ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas ekonomi pada kategori  atau lapangan usaha industri pengolahan yang mengalami kontraksi hingga minus 22,63 persen.

Dimana aktivitas industri pengolahan di Provinisi NTB didominasi oleh industri pengolahan tembakau yang berupa oven daun tembakau, dimana pada triwulan I-2017 hampir tidak ada aktivitasnya. Karena bahan bakunya yang berasal dari aktivitas perkebunan tembakau tidak ada lagi dipasaran karena komoditas tembakau ini merupakan tanaman musiman.

Sedangkan lapangan usaha yang menjadi pendorong kegiatan ekonomi dengan tumbuh positif antara lain kategori jasa keuangan sebesar 11,34 persen, diikuti informasi dan komunikasi sebesar 8,91 persen dan jasa perusahaan sebesaar 6,35 persen. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid