Toilet Taman Sangkareang Bau dan tak Terurus

Toilet Taman Sangkareang Bau dan tak Terurus
FASILITAS : Kondisi fasilitas umum toilet yang tidak terurus di Taman Sangkareang dikeluhkan oleh pengunjung kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM-Warga pengunjung Taman Sangkareang mengeluhkan fasilitas toilet taman ini yang buruk tidak terawat kebersihannya. Hadrun, salah seorang pengunjung mengaku tidak nyaman berada di taman ini.” Sangat tidak nyaman dan buruk sekali penjagaannya,” kata Hadrun kemarin.

Dengan kondisi yang bau dan tidak terawat, Hadrun mengaku kalau ada pilihan ia memilih tidak akan pernah menggunakan toilet di Taman Sangkareang, tetapi karena sudah kebelet ia terpaksa menggunakan toilet umum ini.

Belum lama ini Menteri Pariwisata RI menyinggung problem  kebersihan tempat wisata di NTB, terutama kebersihan fasilitas toiletnya. Atas masukan menteri ini, Dinas Pariwisata Kota Mataram akan melakukan berbagai langkah. Diantaranya menyerahkan tanggungjawab kebersihan fasilitas wisata kepada masyarakat.

[postingan number=5 tag=”mataram”]

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H. Abdul Latif Najib mengatakan, untuk memastikan terjaganya kebersihan fasilitas publik di tempat wisata, dinas berencana menyerahkan tanggungjawab ini kepada masyarakat sekitar objek wisata. Sebab kalau dikelola oleh pihak kelurahan, ini tidak maksimal. Belum lagi status pegawai kelurahan adalah PNS, maka ini menjadi kendala. PNS harus bekerja mengacu pada jam kerja PNS.

Berbeda jika tanggungjawab diserahkan ke masyarakat. Mereka bisa menjaga kebersihan dengan tidak terikat waktu.” Untuk menjaga kebersihan fasilitas publik, kita akan libatkan masyarakat sekitar,” kata Latif kepada Radar Lombok (9/4) kemarin.

Di Taman Wisata Loang Baloq misalnya. Sampai saat ini fasilitas umum seperti toilet belum ada di tempat ini, padahal bangunannya ada. Pengelola belum bisa menyediakan air bersih dan listrik karena Dinas PU hanya menyediakan bangunan saja. Maka dari itu Dinas Pariwisata mengusulkan agar pengelolaan taman wisata ini diambil alih.

Sementara itu untuk menyikapi fasilitas yang belum ada, Dispar sudah mengajukan permintaan ke PLN dan PDAM untuk memasang jaringan listrik dan air.” Sudah kami minta kepada PLN dan PDAM agar dipasangkan,” tegasnya.

Ia akan meminta masyarakat sekitar menjaga kebersihan. Polanya nanti bisa saja penjaga memberlakukan retribusi untuk kebersihan toilet dan fasilitas lainnya.” Penjaga kita berikan hak untuk menarik retribusi,” tegasnya.

Karena mereka juga bertugas untuk menjaga dan mengganti fasilitas-fasilitas publik yang rusak. Yang pasti kata Latif, dengan melibatkan masyarakat langsung tidak akan memberatkan APBD karena mereka sendiri yang mencari anggaran untuk pendapatan dan pemeliharaannya. Saat ini di beberapa destinasi wisata Dispar sudah melakukan revitalisasi fasilitas publik. Salah satunya Pasar Seni Sayang-sayang dan Loang Baloq. Kedepan hal ini akan terus dikembangkan ke destinasi wisata lainnya(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid