Pemprov Dianggap Pelit Hibahkan Aset

Pemprov Dianggap Pelit Hibahkan Aset
KANTOR : Inilah kantor UPTD Metrologi yang belum diserahkan Pemerintah Provinsi NTB ke Kota Mataram. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM- Pemerintah Provinsi NTB selama ini terkesan pelit menghibahkan aset ke Pemkot Mataram baik berupa tanah atau gedung untuk fasilitas umum.
Meski Pemkot beberapa kali meminta hibah aset, Pemprov tidak kunjung memberikannya.

Sebut saja kasus aset UPTD Metrologi di Jalan TGH Faisal dekat kantor Damri. Meski secara aturan perangkat daerah di bawah kendali Dinas Perdagangan Kota Mataram, namun aset tersebut sampai saat ini belum diberikan pemerintah Provinsi NTB.

Kepala Bagian Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram H. Syakirin Hukmi mengatakan, sampai saat ini belum ada kejelasan terkait aset UPTD Metrologi. Secara aturan aset aset yang ada semestinya sudah menjadi milik Kota Mataram. Namun Pemprov sampai saat ini belum memberikan jawaban secara resmi apakah dihibahkan atau tidak. “ Kami sudah bersurat dan bertemu, namun belum ada jawaban resmi,” katanya kepada Radar Lombok kemarin.

Bahkan beberapa aset milik provinsi telah diambil alih seperti kantor Dinas Pariwisata di Jalan Udayana sejak tebentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Meskipun mengambil aset, Sekda Pemprov NTB  Rosiady Sayuti sempat menjanjikan kompensasi berupa penyerahan gedung Metrologi yang ada di Sweta. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya. Padahal keberadaan gedung Metrologi saat ini cukup strategis, seperti dalam pengawasan usaha yang semakin menjamur. Ia berharap ada respon segera dari Pemerintah Provinsi NTB terkait penyerahan aset tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri menambahkan, sampai saat ini belum mengetahui alasan Pemprov  tidak memberikan aset ke Kota Mataram. Karena secara aturan, OPD baru sudah termasuk asetnya sudah dibolehkan diambil alih.” Sampai saat ini belum ada penyerahannya. Bahkan alat dari pusat masih ada di kantor tersebut,” katanya.

Kondisi kantor UPTD Metrologi di Jalan TGH Faisal memprihatinkan. Sejak dikosongkan berdasarkan OPD baru, dari pemerintah provisni NTB kantor nampak seperti rumah tak berpenghuni. Alwan berharap ada respon cepat sehingga bangunan tersebut juga tidak rusak, bahkan alat-alat disana yang cukup berharga bisa dioperasionalkan kembali.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid