TKW Asal Tiwu Galih Meninggal di Malaysia

TKW Meninggal di Malaysia
PEMAKAMAN TKW: Sri Misnawati, 41tahun, warga Tiwu Galih, Kecamatan Praya, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang meninggal dunia di Malaysia, saat dimakamkan di kampung halamannya, Minggu kemarin (8/9).( IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA—Nasib naas seakan tidak ada henti-hentinya menimpa para pahlawan devisa kita di Malaysia. Kali ini, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), Sri Misnawati, 41tahun, warga Kampung Dangah, Lingkungan Montong Gamang, Kelurahan Tiwu Galih, Kecamatan Praya, meninggal dunia karena menderita sakit darah tinggi.

Sri Misnawati meninggal dunia pada 4 September 2019 lalu. Hanya saja jenazahnya baru bisa dipulangkan dan langsung dimakamkan pada Minggu kemarin (8/9), di Pemakaman Umum Kali Sade, wilayah setempat. Dia diketahui berangkat ke Malaysia pada 9 tahun yang lalu, sempat bekerja menjadi asisten rumah tangga, dan akhirnya kabur, serta bekerja di perkebunan.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Kerja di Disnakertrans Loteng, Fitri Andriyani ketika dikonfirmasi membenarkan meninggalnya TKW tersebut. Hanya saja pihaknya juga mengakui kalau TKW tersebut ilegal (tidak resmi). Sehingga oleh dinas hanya diberikan bantuan untuk belasungkawa saja.

“Karena memang dia gelap (ilegal), akhirnya kita tidak mengetahui secara detail (keberadaannya). Tapi empat malam yang lalu kakak korban ini datang ke rumah, dan meminta tolong agar (jenazah) adiknya bisa dipulangkan. Dia cerita kalau adiknya meninggal di Malaysia,” ungkap Fitri Andriyani, saat dihubungi Radar Lombok, Minggu kemarin (8/9).

Setelah mendapatkan pengaduan dari kakanya, pihak dinas langsung mencari data Sri Misnawati di sistem. Hanya saja datanya tidak ditemukan, sehingga Sri Misnawati disimpulkan status keberangkatannya tidak resmi. “Dia dulu berangkat sama mantan suaminya (suami pertama, red). Malam sebelum dia datang, ternyata paginya korban sempat saling kontak dengan pihak keluarga, dan cerita kalau badannya meriang (sakit),” terangnya.

Pihak keluarga kemudian meminta agar dia meminum obat. Hanya saja, pada sore harinya, pihak keluarga menerima kabar kalau Sri Misnawati telah meninggal dunia. Sehingga pada malam harinya, pihak keluarga langsung mengadukan permasalahan itu. “Jadi Sri Misnawati ini dipulangkan sama majikan. Dulu dia bekerja jadi asisten rumah tangga, tapi dia keluar bekerja di kebun bersama suami barunya (suami kedua, red), dan status kerja suaminya juga berangkat gelap,” terangnya.

Sri Misnawati meninggal dikediamannya, dan langsung dibawa ke rumah sakit. Dia diketahui menderita penyakit darah tinggi, sehingga dipastikan meninggal bukan karena kecelakaan kerja. “Dia ini sakit, tapi saya belum mengetahui secara detail lokasi meninggalnya di wilayah mana,” terangnya.

Ditambahkan Fitri, agar permasalahan seperti ini tidak terulang kembali, pihaknya mengimbau kepada warga yang ingin bekerja diluar negeri, agar berangkat secara resmi. Karena selain ada tanggungjawab dari pemerintah terkait keselamatan. Mereka juga akan diberikan informasi terkait wilayah mana yang membutuhkan tenaga kerja.

“Apalagi kita sudah memiliki LTSP (Lembaga Terpadu Satu Pintu), maka semua kita permudah. Ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua. Kita dari dinas rencana besok (hari ini, red) akan ke rumah duka untuk memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya. (met)