TGF dan Acip Dinilai Belum Berkeringat di NasDem

TGH Fauzan Zakaria Nasib Ikroman (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Siapa jadi Sekretaris DPW Partai NasDem NTB masih tarik ulur. Dikabarkan sudah mengerucut ke dua nama yakni TGH Fauzan Zakaria dan Nasib Ikroman atau Acip.

Menjawab isu tersebut, TGH Fauzan Zakaria pun angkat bicara. Menurutnya, dunia politik sudah tak asing lagi. TGF sapaannya, pernah menjadi pengurus PKS dan juga Demokrat. Kemudian beberapa tahun lalu, bergabung dengan NasDem.

“Masuk dan berkecimpung dalam politik bagi saya adalah perjuangan mulia dan panggilan jiwa. Maka harus dilakukan dengan maksimal dan totalitas, namun tetap santuy, enjoy! Saya selalu bilang, melaksanakan kerja politik ini happy-happy saja, jangan tegang!” jawabnya santai.

Di satu sisi, mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB itu meyakini, bahwa NasDem NTB akan meraih kemenangan besar pada Pileg 2024. Mengingat Ketua DPW NasDem NTB Sitti Rohmi Djalillah adalah sosok wanita yang memiliki segudang kelebihan. Apalagi dengan posisi sebagai Wakil Gubernur NTB dan tokoh ormas terbesar di NTB.

BACA JUGA :  Kurang Diperhatikan, Relawan Ali BD Pindah Haluan

Di sisi lain, TGF juga mengajak para tokoh muda dan kaum milenial untuk lebih dekat lagi mengenal politik. “Terutama bagi para tokoh muda dan kawan-kawan milenial, mari tingkatkan wawasan politik. Dan salah satu cara yang efektif untuk hal tersebut, adalah bergabung menjadi anggota NasDem,” tukas Waketum DPP Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) itu.

Sementara itu, Nasib Ikroman dikonfirmasi terkait peluang dirinya sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem NTB menjawab singkat. “Saya tidak bro,” ucapnya.

Terkait hal ini, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid punya pandangan berbeda. Ia menilai sangat terbuka kemungkinan ada resistensi di internal NasDem, jika Rohmi salah dalam memilih sekretaris.

Menurutnya, ada beberapa bentuk resistensi yang akan muncul dari kader dan pengurus lama. Di antaranya mereka memilih tidak aktif dari kegiatan kepartaian atau melakukan perlawanan bahkan memutuskan keluar dari NasDem.

Terkait dua nama yang berpeluang jadi sekretaris, Ihsan berpendapat, keduanya punya resistensi di internal NasDem. “Relatif keduanya orang baru di internal dan belum berkeringat,” ucapnya.

BACA JUGA :  Hanura Tutup Bursa Penjaringan Calon Kada

Atas kondisi itu, sangat berpotensi ada figur alternatif, sebagai solusi atas kemungkinan adanya resistensi terhadap dua nama tersebut. “Sangat mungkin ada figur alternatif,” ungkapnya.

Dalam memilih sekretaris lanjutnya, Rohmi sebaiknya mempertimbangkan geopilitik kewilayahan. Selama ini di internal NasDem NTB ada tradisi geopolitik yang menjadi pertimbangan komposisi ketua dan sekretaris. Misalnya Almarhum Muhammad Amin dari Sumbawa dan sekretarisnya Multazam dari Lombok. Dengan begitu, dua pulau di NTB itu bisa terwakili dengan baik. “Saya kira tradisi ini perlu dipertahankan,” imbuhnya.

Pengamat politik lainnya, Saipul Hamdi mengatakan, dalam posisi menentukan sekretaris, Rohmi akan memilih figur yang punya kecocokan dengan dirinya. Bagaimanapun, sekretaris akan mendampingi ketua dalam menjalankan roda organisasi kepartaian. “Jika Ibu Rohmi lebih cocok dengan Nasib Ikroman dari cara kerja, saya kira yang bersangkutan tinggal ditetapkan,” pungkasnya. (yan)