Terapkan Manajemen ISO, Samsat Benahi Layanan

LAYANAN SAMSAT: Puluhan orang antri layanan pengurusan dokumen surat kendaraan bermotor di Kantor Samsat Mataram, Selasa (10/1) (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kenaikan tarif biaya pengurusan surat kendaraan bermotor untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP), tentu harus diikuti dengan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Untuk itu, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi NTB, melalui UPTD Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KP2D) Mataram mulai melakukan pembenahan.

“Pelayanan di Samsat Mataram akan mulai kita benahi dan menerapkan standar layanan manajemen ISO,” kata Kepala UPTD Balai KP2D Mataram, Ervan Anwar, Selasa kemarin (10/1).

Salah satu yang menjadi perhatian Ervan, adalah tata ruang layanan di ruang tunggu yang kurang representatif. Ruang layanan dan tempat duduk masyarakat yang mengurus dokumen surat kendaraan bermotor, selama ini terkesan kurang begitu nyaman. Terlebih lagi, jika masyarakat yang mengurus dokumen surat kendaraan bermotor ramai, maka akan terkesan kurang bagus.

[postingan number=3 tag=”samsat”]

Karena itu menurut mantan Kepala Bidang Pajak Daerah, Dispenda NTB ini, pihaknya ingin penataan ruangan pelayanan dokumen surat kendaraan bermotor lebih nyaman dan bisa menyamai ruang tunggu di lembaga perbankan.

Terlebih lagi, kantor layanan Samsat Mataram ini ingin dijadikan sebagai acuan pelayanan terbaik dan berkualitas di seluruh wilayah NTB. “Kita ingin suasana dan layanan Samsat di Mataram ini layaknya seperti perbankan,” ujar Ervan.

Ervan mengatakan, peningkatan kualitas layanan menjadi lebih baik dari sebelumnya, menjadi keharusan. Terlebih lagi dengan adanya kenaikan tarif kenaikan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat dalam mengurus dokumen surat kendaraan bermotor melalui peraturan pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2016 terkait jenis tarif PNBP.

Selain itu, masalah lama antrian masyarakat yang mengurus perpanjangan STNK, mutasi STNK dan balik nama di kantor Samsat Mataram juga tak luput dari pembenahan. Bersama pihak terkait lainnya seperti pihak Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda NTB, dan PT Jasa Raharja, akan menata pelayanan, sehingga antrian panjang tak lagi terlihat. “Pembenahan dilakukan untuk agar pelayanan lebih baik, lebih nyaman serta lebih transparan,” pungkasnya. (luk)