Tekan Pernikahan Dini, Bupati Lombok Barat Sarankan Buat “Awik-Awik”

Tekan Pernikahan Dini, Bupati Lombok Barat Sarankan Buat Awik-Awik
DIALOG : Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat mendengar aspirasi warga di Desa Lembar Kecamatan Lembar, di sela-sela memantau pembangunan RTLH, Rabu (25/10). (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersilaturahmi dengan para penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Lembar Kecamatan Lembar, Rabu (25/10). Setelah meninjau proyek rumah, bupati berdialog dengan warga yang kebanyakan ibu-ibu.

Kepala Dusun Dasan Daya Desa Lembar, Muhayadi, menyampaikan kegundahannya sebagai kepala dusun akan maraknya kasus merariq kodeq atau pernikahan dini. Di dusunnya, hampir setiap tahun ada kasus pernikahan dini. Ia mengaku dilematis saat mengetahui anak perempuan sudah berada di rumah pihak laki-laki. Kalau pernikahan mereka dibatalkan, akan dianggap aib oleh pihak keluarga. Jika mereka dinikahkan, maka konsekwensinya pengantin tidak mendapatkan akta nikah dari KUA. Kalau dilakukan manipulasi data yakni dengan menaikkan umur pengantin, maka ini tentu berkonsekwensi. “Sekarang bagaimana caranya mencegah itu Pak bupati? Karena kita serba dilemat,” ungkapnya di hadapan bupati.

Fauzan pun menjawab, bahwa untuk persoalan pernikahan dini ini Pemkab dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah ada kerjasama. Kampanye anti merariq kodeq akan diselipkan di materi khutbah maupun ceramah agama para tuan guru. Peran keluarga juga sangat penting. “Yang paling bisa itu adalah orang tua, tanggung jawab itu ada pada orang tua menjaga anak,” jelasnya.

Fauzan pun meminta bantuan aparat desa membuat awik-awik (aturan adat) yang mengatur tentang midang saat malam hari. “Tolong Pak Kades fasilitasi untuk dibuatkan awik-awi, buat tata cara midang, adab midang, di Desa Kekait itu ada. Misalnya anak sekolahan lebih dari jam 20.00 Wita disuruh pulang. Jangan pakai Perdes, kurang ampuh, kalau awik-awik semua masyarakat ikut (menyepakati),” ungkapnya.

Awik-awik semacam ini lanjut Fauzan efektif, tetapi yang paling efektif itu adalah peran serta orang tua dalam menjaga anak-anaknya. Bagaimanapun caranya kepala desa, kepala dusun berusaha tetapi orang tua membiarkan, maka hasilnya tidak akan maksimal jika keluarga tidak bergerak.(zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid