Target Investasi Rp 13 Triliun Gagal Digenjot

H Muh Rum (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemprov NTB dibawa kepemimpinan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) hingga akhir tahun 2021 target investasi yang dicanangkan di RPJMD pada tahun 2021 sebesar Rp 13 triliun selama setahun. Tapi tergat belum dapat ditunaikan.
Hal tersebut diakui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, H Muh, bahwa hingga saat ini terget investasi yang masuk ke NTB belum mencapai target. Bahkan jika mengacu pada triwulan III terakhir investasi yang sudah masuk ke Provinsi NTB baru hampir Rp 9 triliun. “Sekarang kita yang triwulan terakhir hampir diangka Rp 9 triliun. Jadi kita punya hutang (terget) hampir Rp 3-4 triliun,” ungkapnya kepada Radar Lombok.

Rum optimis dengan sisi waktu kurang dari satu bulan ini, terget investasi yang masuk ke NTB bisa tembus sesuai terget yang sudah dipasang untuk 2021 nilai investasi di NTB mencapai Rp 13 triliun. “Insyallah bisa, karena ini belum masuk nilai investasi di ITDC. Jadi ITDC belum melaporkan,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada ITDC agar segara melaporkan nilai investasinya. Karena selama ini belum pernah melaporkan berapa invetasi yang masuk ke ITCD terlebih dengan adanya berbagai proyek dalam pengembangan Destinasi Super Prioritas  (DSP) KEK Mandalika yang dikelola langsung oleh ITDC selaku pengembang. “Dihimbau aja melalui media bahwa ITDC segara melaporkan investasinya,” tandasnya.

BACA JUGA :  Kejati Sorot Proyek Mubazir

Dari terget realisasi investasi tersebut, paling domininan dengan adanya sejumlah proyek nasional yang masuk di NTB. Mulai PMDN untuk pembangunan pelabuhan Gili Mas di Lembar Lombok Barat oleh salah satu BUMN. Demikian juga untuk sektor energinya, didominasi oleh BUMN. Sedangkan untuk investasi asing (Pananaman Modal Asing /PMA) masih lebih besar karena realisasi investasi Sumbawa Timur Mining (STM) di Kabupaten Dompu. Namun terget terganggu tidak terlepas dari mewabahnya pendemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun menghantui.

BACA JUGA :  Keuangan Pemprov Terancam Sekarat

Meski demikian realisasi investasi di NTB dinilai masih terbilang cukup bagus walaupun tergat belum dapat dipenuhi. Bahkan ditahun 2022 mendatang terget investasi di NTB mencapai Rp 15 triliun. “Ya memang kita terget Rp 15 triliun pada 2022,” sambungnya.

Rum menjelaskan pasang terget mencapai Rp 15 triliun investasi yang masuk ke NTB pada 2022. Bukan hal yang mengada-ngada tapi sudah diperhitungkan dari sisi asumsi untuk meningkatkan capian realisasi investasi di NTB. “Ya tentu dengan adanya magnet yang ada di Mandilika. Yang jelas memberikan magnet investasi yang sangat luar biasa. Termasuk juga nanti dengan adanya smelter yang ada di KSB,” katanya.

Di samping itu, sambungnya, ada beberapa proyek-proyek energi baru terbarukan yang dinilai ada potensi membawa investasi ke NTB. “Dan termasuk yang ada di Dompu dengan adanya STM,” pungkasnya. (sal)