Talud Ambrol, Rumah Warga Nyaris Roboh

AMBROL : Talud Sungai Ancar di jalan Bung Hatta Ambrol, salah satu rumah warga tanpak tergerus dan nyaris ambruk dibagian belakang yang menghadap sungai. (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Talud sungai Ancar di jalan Bung Hatta, Kelurahan Pejanggik ambrol. Ambrolnya talud tersebut sangat dikhawatirkan, khususnya warga sekitar. Sebab talud tersebut merupakan penahan tanah dan rumah warga sekitar. Apalagi kodisinya cukup memperihatinkan karena menghantam pondasi salah satu rumah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfudin Noor mengatakan, beberapa kondisi sempadan sungai sudah dievaluasi dari ujung timur Kota Mataram sampai barat. ‘’Beberapa titik ditemukan ambrol, termasuk yang di jalan Bung Hatta yang di sungai Ancar, kita akan lakukan perbaikan talud,’’ katanya kepada Radar Lombok, Selasa (13/12).

Dengan intesitas hujan yang mulai meningkat diminta warga yang berada di sempadan sungai tetap waspada. Beberapa sungai besar di Kota Mataram yakni, Sungai Jangkok (86 km dengan luas 1.712,12 Ha), Sungai Ancar (21 km dengan luas 858,47 Ha), Sungai Brenyok (42 km dengan luas 2.277,55 Ha), dan Sungai Midang (26 km dengan luas 562,47 Ha).

Baca Juga :  MPP Mulai Beroperasi Tahun Depan

Dikatakan Mahfudin, tim kewaspadan bencana terus bekerja keras dan melakukan pemantuan di masing-masing wilayah di Kota Mataram. Semua kelurahan di Kota Mataram telah melakukan pemetaan termasuk pencegahan sedini mungkin dilakukan. ”Kondisi di Mataram juga lebih kurang seperti itu, kadang cerah sesaat namun kemudian mendung dan hujan disertai angin dan petir. Dampaknya terhadap Kota Mataram dengan kondisi cuaca saat ini tidak lagi ada banjir. Titik titik genangan juga sudah berkurang dibanding sebelumnya. Klaupun ada itu adalah genangan baru akibat saluran tersumbat sampah kiriman,” paparnya.

Menurutnya, yang paling diantisipasi adalah terjadinya gelombang pasang akibat angin kencang, pohon tumbang,  banjir, talud ambrol  dan longsor. Mengantisipasi hal tersebut BPBD bersama tim satgas penanggulangan bencana secara rutin melakukan pemantauan dan patroli guna mencermati prakiraan dari BMKG. ‘’Saat kondisi sudah dianggap mengkhawatirkan, kami akan segera mengambil tindakan evakuasi terhadap warga masyarakat dalam radius kawasan paparan bencana. Kepada masyarakat khususnya, agar terhindar dari lupan air hujan akibat saluran tersumbat mohon agar membuang sampah pada tempatnya. Hindari buang sampah pada aliran air sungai maupun saluran. Genangan baru akan muncul akibat penyumbatan saluran dan penumpukan sampah,” imbaunya.

Baca Juga :  Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pembunuh Guru Silat

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, antisipasi bencana alam telah ditetapkan sejak awal November lalu. Beberapa titik daerah rawan dari longsor, talud ambrol, banjir dilakukan pemantuan secara khusus. ‘’Kita harapkan untuk lebih rutin melakukan pemantuan tim satgas juga terus memberikan laporan terbaru,’’ katanya. (dir)

Komentar Anda