Sunarpi Klaim Kumpulkan 200 Ribu KTP

Prof. Sunarphi
Prof. Sunarphi (Ahmad Yani/Radar Lombok)

MATARAM—Rektor Universitas Mataram, Prof. Sunarpi memastikan tetap maju di pilkada NTB melalui jalur independen.

Ia mengklaim sudah mengumpulkan sebanyak 200 ribu dukungan KTP sebagai persyaratan ikut pilkada NTB. ‘’200 ribu dukungan KTP sudah riil kita kumpulkan,” klaimnya, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (13/7).

Dukungan sebanyak 200 ribu KTP, jelasnya, sudah terkumpul murni diperoleh secara sukarela dari masyarakat.Pihak pun menargetkan dukungan sebanyak 300 ribu KTP sebagai dipersyaratkan Undang-Undang Pilkada ditargetkan terkumpul pada akhir bulan ini. “Ini murni tanpa politik transaksional. Tapi secara sukarela,” terang guru besar Fakultas Pertanian Universitas Mataram tersebut.

Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Ia tak ingin memperoleh dukungan KTP melalui cara-cara politik transaksional.

Menurutnya, dengan keputusan maju di kontestasi di pilkada bukan hanya persoalan mengejar jabatan. Namun, dengan keputusan maju di pilkada  sebagai sarana memberikan pendidikan politik mencerahkan dan mencerdaskan kepada masyarakat pemilih di NTB.

“Ini mau kita kedepankan di pilgub sebagai sarana pendidikan politik kepada masyarakat,” ucap pria asal Puyung, Lombok Tengah tersebut.

Ia tak ingin pencalonan di pilkada tercederai dengan upaya menghalalkan segala cara untuk maju dalam kontestasi di Pilkada NTB. Tak terkecuali, dengan upaya jual beli suara masyarakat pemilih.

Menurutnya, ketika pemimpin terpilih diperoleh dengan cara-cara praktek transaksional, keberkahan dalam memimpin suatu daerah tidak akan diperoleh. Dengan politik transaksional, kata Sunarphi, biaya politik akan dikeluarkan relatif sangat besar. Dengan demikian, calon kepala daerah terpilih dengan praktek transaksional tidak akan fokus bekerja untuk kepentingan pembangunan daerah. “Karena yang dipikirkan bagaimana balik modal yang sudah dikeluarkan ketika pemilihan. Hal ini tidak kita kehendaki. Kita mau fokus bekerja bagi masyarakat,” sebutnya.

Sunarpi pun makin percaya diri tetap maju di suksesi pilkada NTB. Dengan dukungan relawan dan alumni Unram terus mengalir. Bahkan, ia pun mengklaim relawan dan tim pemenangan sudah terbentuk hingga ke desa-desa yang ada di NTB. Dukungan masyarakat diperoleh pun diklaim merupakan gerakan masyarakat secara moral dan sukarela.

Terkait figur calon pendamping, ia menyatakan, pihaknya sudah membangun komunikasi politik ke sejumlah figur asal pulau Sumbawa.

Hanya saja, komunikasi politik yang dibangun dan dijajaki baru sebatas menyamakan pandangan dan persepsi. Misalnya, Wali Kota Bima, Qurais Abidin dan Zulkiflimansyah.

Ia pun menyampaikan, dalam menentukan calon pendamping di Pilgub, pertimbangan geopolitik kewilayahan tidak bisa diabaikan. Dengan NTB terdiri dari dua pulau, maka keterwakilan geopolitik dua wilayah tersebut harus tetap dikedepankan. (yan)

BACA JUGA :  PKB Bakal Mediasi