Stabilkan Harga Bahan Pokok, Bulog NTB Intensifkan Pasar Murah

Bulog Intensifkan Pasar Murah
PASAR MURAH: Kepala Perum Bulog Divre NTB, H Achmad Ma’mun bersama tim Bulog NTB saat melepas angkutan bahan pokok untuk pelaksanaan pasar murah di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram, Senin kemarin (19/3). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Guna melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok (bapok), Perum Bulog Divisi Regional NTB berinisiatif ‘menyerbu’ pasar tradisional dengan menjual kebutuhan pangan tersebut dibawah harga. Hal tersebut sebagai salah satu upaya menjadi penyeimbang dengan harga pangan dijual oleh pedagang yang relatif masih tinggi.

Perum Bulog Divre NTB, Senin kemarin (19/3) kembali ‘menyerbu’ sejumlah pasar tradisional yang menjadi patokan harga kebutuhan pangan yang ada di Kota Mataram, diantaranya, Pasar Induk Mandalika, Bertais, Pasar Kebon Roek, dan Pasar Pagesangan.

Adapun bahan pokok yang disuplai Perum Bulog Divre NTB untuk dijual menggunakan mobil keliling open cup tersebut, diantaranya, beras dengan tiga harga, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, bawang putih, bawang merah dan beberapa komiditas pangan strategis lainnya.

“Pasar murah ini akan terus dilakukan sampai lebaran Idhul Fitri mendatang. Ini sebagai bentuk antisipasi kenaikan harga jelang puasa dan lebaran,’ kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, H Achmad Ma’mun.

Dikatakannya, harga beras sekarang ini masih cenderung naik,meski panen raya padi sudah mulai masuk. Harga jual padi di tingkat petani masih relatif tinggi, sehingga berdampak terhadap harga jual beras yang juga masih tinggi.

“Sekarang ini trend itu panen raya, tapi harga masih tinggi. Kami berharap melalui pasar murah ini bisa menekan harga di pasar,’ ujarnya.

Ma’mun menjamin stok beras masih  dalam kondisi aman hingga Mei mendatang. Bahkan jumlah itu terus bertambah, seiring pengadaan pembelian gabah petani yang terus berjalan. Dimana setiap hari itu rata-rata serapan pembelian gabah petani 400 ton setara beras.

Begitu juga dengan stok gula pasir, hingga sekarang ini sekitar 3.000 ton dan pasokan dari pabrik di Pulau Jawa juga terus mengalir. Termasuk juga untuk stok minyak goreng kemasan produksi langsung Bulog juga dalam kondisi aman. Dimana pasokan, terus bertambah.

“Minyak goreng dan gula pasir stok sangat banyak. yang kami kerjasamakan dengan distributor itu hanya bahan pokok lain, seperti telur ayam dan bawang putih dan merah,” tutupnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut