Sri Wahyuni Tiba di Kampung Halaman

Sri Wahyuni Tiba di Kampung Halaman
PULANG : Sri Wahyuni, TKW asal Lombok Barat yang mendapat penyiksaan dari majikannya memberikan keterangan kepada awak media di rumahnya kemarin (25/9).( Fahmy/Radar Lombok)

Sebelumnya Diperiksa di Mabes Polri

GIRI MENANG – Setelah hampir tiga bulan menunggu kepastian untuk dipulangkan sejak ditampung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) karena mengalami kasus kekerasan oleh majikannya, TKW Sri Wahyuni akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya di Dusun Pesanggaran Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar. Saat ditemui di rumahnya kemarin (25/9), Sri menyampaikan kronologis dirinya kabur dari rumah majikan di Arab Saudi. Ia menjadi TKW dan berangkat ke negara tujuan tahun 2017.

Sebelum ditampung di KJRI setelah mengalami kekerasan, Sri melarikan diri dalam kondisi sakit. Ia ditemukan di jalan oleh tetangganya. Sang tetangga itu kemudian menghubungi pihak kepolisian dan membawa Sri ke kantor KJRI. “Saat saya kabur saya dibantu tetangga di bawa ke KJRI,” ungkapnya.

Ia tidak tahu apa yang menyebabkan majikannya memperlakukannya sekasar itu. Enam bulan bekerja, majikannya biasa saja dan gajinya lancar juga. Namun setelah lebih dari enam bulan, perlakuan kasar mulai diterimanya. Bahkan gajinya mulai tidak tidak dibayarkan. Berbagai perlakuan kasar diterimanya selama kurang lebih satu tahun sehingga dirinya berhasil kabur.

Ia mengakui modal skill bekerja di Arab Saudi memang tidak ada. Ia juga tidak menguasai bahasa Arab. Ia berangkat lewat jalur nonprosedural lewat  seorang tekong. Ia berangkat menggunakan visa pelancong.”Kalau saya tahu saya diberangkatkan secara ilegal, pasti saya tidak mau berangkat,” ungkapnya.

Selama di KJRI, pemerintah Indonesia membantu Sri agar semua hak-haknya berupa gaji dipenuhi majikan. Pemerintah juga menuntut sang majikan agar dihukum.

Sri mendapat informasi majikan telah membayar kewajiban berupa gaji satu tahun Sri. Nanti pihak KJRI yang akan mengirim uang tersebut kepada Sri.”Saya tidak dikasih bawa pulang uang kes, nanti akan ditransfer setelah tiba di kampung halaman,” ungkapnya.

Ia tiba di Lombok, Selasa (24/9) menggunakan pesawat dari Jakarta. Ia tiba di Jakarta tanggal 8 September lalu diantar langsung oleh pegawai KJRI Jeddah di Arab Saudi. Selama di Jakarta menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sebelum akhirnya dipulangkan.

Ia akan segera melapor bahwa dirinya sudah tiba di kampung halamannya agar pihak KJRI mengirim uang gajinya. Sri juga berencana menuntut oknum tekong yang merekrutnya dulu. “Kami berencana menuntut tekong yang memberangkatkannya,” ungkap Munakrah, salah satu anggota keluarga Sri.

Ia menyebut oknum tekong tersebut sudah datang dan meminta maaf.” Setelah sampai di Arab baru ditahu visa yang digunakan visa ziarah,” tegasnya.

Sementara itu Kadus setempat, Suhaimi, berterima kasih kepada semua pihak yang membantu kepulangan warganya, Sri Wahyuni. Ia pun meminta agar kasus pengiriman Sri diusut tuntas agar menjadi efek jera bagi para oknum tekong.”Masyarakat juga jangan mudah percaya dengan imingi-iming calo (tekong), karena sekarang Disnaker membuka pelatihan kalau mau keluar negeri,” tambahnya.

Disnaker saat ini menyediakan banyak pelatihan sesuai dengan kemauan masyarakat yang ingin menjadi TKI.(ami)