Sirkuit MotoGP Terang, Global Hub Justru Suram

Dr. Zulkieflimansyah
Dr. Zulkieflimansyah (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Setidaknya ada dua proyek impian di NTB yang kelak akan menjadi ikon daerah, yakni mega proyek global hub Kayangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah. Apa jawaban Gubernur NTB Zulkieflimansyah terkait dua mega proyek ini? “ Kalau soal global hub, tentu kita harus duduk bersama dulu,” ungkapnya di kantor Gubernur, Kamis (22/11).

Sejak lama, groundbreaking global hub direncanakan tahun 2018. Apabila tidak bisa pertengahan tahun, maka dipastikan akhir tahun. Namun kini semuanya menjadi tidak jelas dan terlihat suram. Menurut pria yang populer dipanggil Bang Zul ini, bencana gempa bumi telah memengaruhi rencana pembangunan global gub. “ Karena lempengnya KLU masih aktif. Bahkan kami disarankan untuk tidak membangun sesuatu di atas lempeng yang aktif,” ungkap gubernur.

Global hub Kayangan direncanakan akan menyerupai Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Jumlah penduduknya nanti sekitar 1 juta jiwa pada lahan seluas 7.000 hektar. Kawasan tersebut akan dibangun pelabuhan modern yang dapat menampung kapal-kapal raksasa dengan panjang 500 meter.

Konsep global hub merupakan yang pertama di Indonesia. Posisi Pulau Lombok yang sangat strategis bisa dioptimalkan jika global hub dibangun. “ Kalau mau membangun, tentu ini harus dibangun secara hati-hati,” kata gubernur.

Kawasan global hub Kayangan mampu menampung kapal dengan panjang 500 meter dengan kedalaman sekitar 35 meter. Kapal  dengan ukuran seperti itu akan mampu mengangkut 18 ribu kontainer. Untuk membangun pelabuhan, dibutuhkan biaya sekitar Rp 30 triliun. Disana juga akan dibangun kilang minyak dengan nilai investasi mencapai Rp 130 triliun. Sejak beberapa tahun lalu telah ada investor yang tertarik dan menandatangani MoU. Secara regulasi, semuanya telah diurus. Global hub telah telah sesuai tata ruang setelah terbitnya PP Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nasional. “ Setelah bencana, memang harus punya persyaratan yang agak ketat.  Kita akan duduk bersama,” tegas gubernur.

Hingga saat ini, dirinya belum bisa memastikan kapan groundbreaking bisa dilaksanakan. Dirinya berjanji akan segera membahasnya. “ Nanti saya omongin. Karena swasta tidak bisa dipaksa-paksa. Soal rencana groundbreaking, nanti saya cek. Karena dengan adanya bencana, ya begini. Tapi mereka investor masih optimis kok,” katanya.

Berbeda halnya dengan rencana pembangunan sirkuit internasional MotoGP di KEK Mandalika. Gubernur yakin proyek tersebut akan segera terealisasi. Apalagi investornya juga telah siap. Saat ini, lanjutnya realisasi pembangunan sirkuit dalam proses. Gubernur juga telah bertemu dengan pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). “ Kita udah ketemu dengan ITDC. Mereka sudah cek, sangat layak untuk hadirnya MotoGP di NTB,” ucap gubernur.

Komisaris ITDC Lalu Gita Aryadi yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal NTB menyampaikan, ITDC bersama investor asal Prancis, Vinci Construction Grand Projects (VCGP) akan segera mulai membangun. “ Sedang bicarakan teknis di lapangan. Selesaikan urusan administrasi dulu, karena urusan besar. Baru kita groundbreaking,” ujarnya

Untuk membangun sirkuit MotoGP membutuhkan lahan sekitar 120 hektar. Direncanakan akan mampu menampung 150 ribu penonton. Berbagai fasilitas pendukung juga dipastikan dibangun nantinya. Termasuk keberadaan hotel di wilayah tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan hotel, telah ada kesepakatan dengan Qatar Investment Authority untuk mengembangkan KEK Mandalika. “ Sudah ada kesepakatan, kita juga sudah siapkan 200 Hektar untuk investor Qatar ini,” terangnya.

Pemerintah telah menandatangani kerjasama investasi dengan Qatar senilai 500 juta dolar Amerika. Apabila dirupiahkan setara dengan Rp 7,2 triliun dengan mengacu kurs Rp 14.400.

Pada kerjasama tahap awal ini, Qatar akan membangun hotel bintang lima di KEK Mandalika. “ Ini kan hasil dari komunikasi sejak lama. Ini tindaklanjut pidato Presiden tahun lalu. Dijemput ke Qatar. Udah berkali-kali bolak balik sehingga berhasil,” ucapnya.

Untuk diketahui, Sirkuit MotoGP akan dibangun dengan standar FIM and FIA demi kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor. “ Kita optimis sirkuit terbangun. Uangnya juga sudah ada,” tutup Gita. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut