Sembalun Hadirkan Berbagai Pilihan Destinasi

BUKIT TANGKOK SEMBALUN
BUKIT TANGKOK: Tampak seorang Ibu dan anak sedang berfoto di spot foto lambang hati, dengan latar belakang gunung dan lahan pertanian milik warga Sembalun Lawang. (Zulfahmi/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Liburan lebaran kemarin ternyata tidak dibuang sia-sia oleh para pemuda yang ada di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Objek wisata Sembalun yang semakin lama semakin dikenal para wisatawan, bahkan berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Halal Honeymoon Destination, membuat para pemuda setempat kian semangat untuk mengembangkan potensi pariwisata yang mereka miliki.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat yang ada di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun. Pada bulan puasa kemarin melalui Komunitas Pemuda Kreatif Sembalun Bumbung, kini tercipta beberapa destinasi wisata baru di Desa mereka.

Setelah Bukit Nanggi mampu disulap menjadi destinasi wisata minat khusus trekking, selain pendakian Gunung Rinjani. Kini sudah mulai banyak memunculkan destinasi wisata baru di Sembalun Bumbung. Beberapa diantaranya yang sempat dikunjungi oleh Koran ini seperti Bukit Mounjet dan Air Terjun Telaga Batu. Selain itu juga ada Rumah Pohon Sembalun, Bukit Addas, dan Padang Savana Sembalun.

Masing-masing destinasi wisata baru ini memiliki keunikan sendiri, terutama untuk lokasi swafoto (selfie), yang sudah dibuat oleh para pemuda Sembalun. Seperti yang ada di Bukit Mounjet, di lokasi ini pengelola menyediakan tempat selfie berupa tangan raksasa, dimana dari belakang menyajikan pemandangan sangat menarik berupa petakan sawah para petani nampak seperti sebuah lukisan yang sangat menarik.

BUKIT MOUNJET SEMBALUN
BUKIT MOUNJET: Salah satu spot selfie dengan latar pemandangan lahan pertanian masyarakat Sembalun, yakni Bukit Mounjet. (Zulfahmi/RADAR LOMBOK)

Tidak hanya satu spot lokasi  selfie saja, tetapi masih ada lagi spot berfoto lain yang bisa diakses oleh para pengunjung di bukit ini. Sehingga para pengunjung tak hanya sekedar bisa selfie saja, tetapi pengunjung juga bisa menginap ditempat ini.

Di puncak bukit ini, pihak pengelola sudah menyediakan lahan yang lapang (camping ground) untuk berkemah bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana malam. Bukit ini berada di Jalan Batara Guru Sembalun, dengan lokasi yang berada di sebelah timur wilayah Sembalun Bumbung.

Untuk bisa masuk ke lokasi ini, pengunjung hanya dikenakan tiket beberapa ribu rupiah saja oleh para pengelola. Untuk bisa sampai ke puncak bukit, pengunjung bisa berjalan kaki sekitar 20 sampai 15 menit dari tempat parkir yang ada di rumah warga. Lokasinya pun tidak jauh dari perkampungan warga. Sehingga tidak salah kalau saat libur lebaran kemarin, ratusan pengunjung datang ke tempat ini.

Sedangkan untuk destinasi wisata Telaga Batu. Para pengunjung juga tidak harus berlelah-lelah diri untuk bisa sampai di lokasi itu. Karena calon pengunjung bisa menggunakan kendaraan sampai di perbatasan, dan setelah itu kemudian bisa menitipkan sepeda motornya, untuk kemudian berlanjut jalan kaki. “Perjalanan ke Telaga Batu ini cukup asyik juga, karena masih bisa menggunakan kendaraan,” kata Hasanudin, pengunjung dari Lombok Barat.

Dalam perjalanan, untuk bisa sampai ke tempat ini pengunjung hanya butuh perjalanan kurang lebih 15 menit dari tempat parkir. Sepanjang perjalanan, pengunjung disajikan pemandangan alam yang indah yang menakjubkan mata setiap yang melihatnya.

Setelah sampai di lokasi Telaga Batu, pengunjung akan disajikan dengan pemandangan air terjun yang mengalir diatas bebatuan yang bersusun tiga. Dimana puncak tertingginya menjadi lokasi favorit. “Ternyata tidak rugi kita ke tempat ini, lokasinya sangat bagus,” ujarnya.

Selain di Sembalun Bumbung, destinasi wisata baru juga ada di Sembalun Lawang. Di lokasi ini destinasi wisata tidak hanya Bukit Selong atau Rumah Adat saja. Tetapi kini sudah ada destinasi wisata baru yang diberi nama Bukit Tangkok di Sembalun Bumbung.

Lokasinya juga cukup mudah dijangkau, dan tidak terlalu jauh untuk bisa sampai dipuncaknya. Selain itu, untuk masuk pengunjung juga dikenakan bayaran beberapa ribu rupiah saja.

Di bukit ini tersedia beberapa tempat yang menarik untuk berfoto selfie. Salah satu spot yang paling menarik yang menjadi rebutan yakni rumah pohon dan lambang hati. “Ramainya kita ngantri untuk bisa fotoan saja,” kata Luluk, salah satu pengunjung. (ami)

BACA JUGA :  800 Pesepeda Internasional Ikuti GFNY di Lombok