Sedang Asyik Bermain, Siswa SMP Ini Tewas Kesetrum

Asyik Bermain, Siswa SMP Ini Tewas Kesetrum
KESETRUM: Firman Okta Renda, korban kesetrum ketika masih berada di Pukesmas Terara untuk mendapatkan pengobatan, namun akhirnya tidak tertolong nyawanya. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG — Sungguh malang nasib Firman Okta Renda, asal Kampung Satelit, Dusun Terara Selatan, Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pasalnya, di usia yang masih tergolong muda, dan masih duduk di bangku SMP 1 Terara, dia harus meregang nyawa akibat kesetrum aliran listrik di atap lantai dua rumah milik Hasan, di Dusun Selagek Tengah, Desa Selagek, Kecamatan Terara, ketika sedang bermain dengan temannya.

Kronologis kejadian, Senin kemarin (29/1), sekitar pukul 10.00 Wita, Firman bersama lima temannya, Andre Hidayat, Nanda Nurfadila, Noverawati, Rani Oktaviana, dan Nanda Oktasania, sedang melaksanakan belajar kelompok di rumah Neza Oktasania, putri dari H. Hasan.

Berikutnya setelah makan siang, dan akan melaksanakan sholat zuhur, korban bersama tiga orang teman lainnya naik ke atap rumah di lantai 2 untuk bermain-main. Sementara dua teman lainnya sedang melaksanakan sholat zuhur bergiliran.

Pada saat sedang berada di lantai dua, korban bersama temannya sempat di tegur agar berhati-hati. Karena ada kabel jaringan listrik milik PLN yang telanjang, melintang di atas atap rumah sekitar 1 meter dari lantai dua.

Karena ditegur pemilik rumah, akhirnya korban dan temannya berencana turun. Namun sial bagi korban, dia terkena sengatan listrik dari kabel yang melintang di atas atap rumah.

Melihat korban kesetrum, salah satu temannya kemudian menolong korban, dan ikut kesetrum, sehingga saksi langsung melepas korban. Selanjutnya korban jatuh ke tanah dari lantai dua, yang diperkirakan ketinggiannya sekitar 8 meter. ”Rumah tempat meninggalnya korban ada di lantai dua rumah Haji Hasan, yang sedang di renovasi, dan belum selesai sepenuhnya,” jelas Kapolres Lotim melalui Kapolsek Terara, AKP Tauhid, kemarin.

Melihat temannya kesetrum dan terjatuh, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Terara untuk mendapatkan pengobatan. Namun menurut keterangan Perawat Puskesmas Terara, ketika tiba di Puskesmas korban sempat mendapatkan perawatan awal, namun nyawa korban akhirnta tidak bisa tertolong. “Jadi pada saat ini keluarga korban sudah ikhlas, dan korban juga sudah dimakamkan,” pungkas Tauhid. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut