Rinjani Travel Mart II Bidik Pasar Asia

RAPAT RTM II: Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Djoka, Ketua Pelaksana RTM II, Heri Nurcahyono, didampingi Wakil Ketua Pelaksana RTM II, Aini Husnida, ketika rapat tentang pelaksanaan RTM II dengan para pelaku usaha wisata NTB (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG—Sebagai garda terdepan dalam bisnis parwisata, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB, terus melakukan berbagai inovasi dan terbosan untuk memasarkan potensi pariwisata NTB kepada para pelaku usaha wisata di Indonesia bahkan keluar negeri. Salah satunya yang akan digelar yakni Rinjani Travel Mart (RTM) II, yang akan berlangsung pada 28 – 30 April 2017 mendatang.

“Kalau pada RTM I tahun 2015 lalu, buyers luar negeri yang ikut hanya ada 25 pengusaha saja. Maka hingga kini (kemarin, red)  buyers luar negeri yang confirm telah mencapai 75 pengusaha wisata (travel agent maupun perhotelan) dari berbagai negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Tiongkok, Timur Tengah dan lainnya,” kata Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Djoka, ketika sosialisasi RTM II di Lesehan Kebon Radja, Gunungsari, Lombok Barat, Rabu  kemarin (29/3).

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

Mengapa rata-rata negara Asia yang ikut? “Target pasar wisata yang kita bidik memang Asia. Mengapa, karena kita ingin menyesuaikan dengan konektifitas (penerbangan langsung) yang ada. Kita tak ingin apa yang kita lakukan ini (RTM II) menjadi sia-sia. Kalau pengusaha wisata yang kita undang berasal dari negara-negara yang belum ada konektifitasnya dengan Lombok, tentu itu akan percuma,” tutur Wantok, sapaan akrabnya.

Senada, Ketua Pelaksana RTM II, Heri Nurcahyono menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan 200 buyers untuk mengikuti RTM II, baik pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. “Kita memang membatasi keikutsertaan buyers, karena batas kemampuan peserta yang bisa kita layani cuma 200 pengusaha saja. Itu pun belum ditambah dengan peserta tidak aktif, seperti dari DPP ASITA, tamu undangan  dan lainnya,” papar Heri.

Secara keseluruhan sambungnya, para buyers baik dalam negeri maupun luar negeri yang telah menyatakan ikut RTM II ada sebanyak 136 buyers, dimana 75 buyers diantaranya berasal dari berbagai negara di Asia. “Sementara untuk buyers dalam negeri, seperti biasa, pengusaha yang telah menyatakan ikut RTM II berasal dari Bali, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan lainnya. Biasanya untuk peserta dari nusantara ini akan ramai-ramai confirm jelang atau mendekati pelaksanaan kegiatan,” tutur Heri.

Ditambahkan Wakil Ketua Panitia RTM II, Aini Husnida, bahwa RTM II mendatang juga akan dihadiri oleh Presiden Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA), Datuk Haji Hamzah Rahmat. “Kehadiran pemimpin tertinggi dari travel agent Malaysia ini tentu sangat penting, karena Malaysia saat ini dapat dikatakan sebagai penyumbang terbanyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTB khususnya Lombok,” jelasnya.

Urutan kegiatan RTM II lanjut Neni, sapaan akrabnya, untuk welcome dinner akan berlangsung di Hotel Golden Palace Mataram. Kemudian pembicaraan bisnisnya atau table top dilaksanakan di Hotel Aruna Senggigi. Disambung dengan tour wisata dan makan siang di Hotel Vila Ombak  di Gili Trawangan untuk kemudian diakhiri dengan farewell dinner di Hotel Jayakarta.

Berapa target transaksi bisnis dalam RTM II nanti? “Kami tidak ingin muluk-muluk. Untuk setiap buyers kita berharap akan terjadi transaksi bisnis wisata dengan pengusaha lokal (seller) minimal Rp 50 juta. Kalau dikalikan dengan jumlah buyers yang sebanyak 200 peserta, maka target transaksi yang kita harapkan akan terjadi sebanyak Rp 10 miliar,” pungkas Neni. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid