Relawan: Makin Dijegal, Anies Kian Raih Simpati Rakyat

MATARAM — Adanya langkah atau upaya menjegal Anies Baswedan, agar tidak bisa maju sebagai calon Presiden (Capres), mulai direspon oleh relawan Anies Baswedan for Presiden 2024. Diantaranya DPP Bergerak (Bersama Gerakan Rakyat), salah satu relawan dan loyalis pemenangan Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 mulai bersuara.

Sekretaris Jenderal DPP Bergerak, Ahmad Rusni menegaskan bahwa relawan Anies Baswedan tidak akan tinggal diam, jika ada pihak-pihak dengan kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki hendak mengkriminilisasi Anies Baswedan, agar Gubernur DKI Jakarta itu tidak bisa maju di Pilpres 2024.

“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Kami relawan Anies akan mengambil sikap,” tegasnya kepada Radar Lombok, Minggu kemarin (2/10).

Disampaikan, jika upaya dan kehendak mengkriminilisasi Anies terus dilakukan, termasuk dengan menggunakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Maka relawan Anies Baswedan di seluruh Indonesia akan bergerak ke Jakarta, termasuk dari NTB.

Baca Juga :  Majelis Pakar PPP NTB Usulkan Gatot-Anies

Pihaknya akan menuntut dan mendesak agar dihentikan segala upaya mengkriminalisasi Anies Baswedan tersebut. “Kami minta dengan tegas dihentikan upaya kriminilisasi tersebut,” ucap pengusaha asal NTB tersebut.

Diungkapkan, pihaknya sudah mencium ada gelagat untuk menjadikan KPK sebagai alat mengkriminilisasi Anies Baswedan dalam kasus penyelenggaraan e-Formula. Padahal lanjut dia, penyelenggaraan e-Formula tidak menggunakan biaya yang bersumber dari APBD atau APBN.

Tetapi pembiayaan e-Formula itu bersumber dari pihak swasta. Sehingga otomatis tidak akan ada kerugian keuangan negara dalam pembiayaan e-Formula tersebut.

Jika pun Anies dipaksakan menjadi tersangka. Maka pihaknya akan menuntut ada pengadilan rakyat, untuk membuktikan benar atau tidak kasus tersebut. “Jangan jadikan hukum sebagai sarana menjegal orang lain. Hal ini akan merusak demokrasi di negara kita,” tandas Rusni.

Baca Juga :  Rohmi Ajukan Pengunduran Diri Ketua NasDem NTB?

Walau begitu, pihaknya menyakini upaya menjegal Anies Baswedan, justru akan makin meningkatkan popularitas dan elektabilitas, serta simpati rakyat kepada Gubernur DKI Jakarta tersebut. “Dengan Anies dijegal, justru simpati rakyat makin tinggi,” terangnya.

Pihaknya pun optimis Anies akan memperoleh tiket dukungan Parpol sebagai kendaraan untuk maju pada Pilpres 2024. Disampaikan ada tiga Parpol yang sudah hampir final untuk mendukung dan mengusung Anies Baswedan sebagai Capres pada Pilpres 2024, yakni, PKS, Partai NasDem dan Partai Demokrat.

Lantas, dengan siapa nanti Anies Baswedan akan berpasangan pada Pilpres 2024? Pihaknya dari relawan menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan dan Parpol pengusung. “Tiga Parpol ini dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres,” jelasnya. (yan)

Komentar Anda