Ratusan Rumah di Kekalik Jaya Diterjang Banjir

Produksi Tahu Tempe Terhenti Sementara

Ratusan Rumah di Kekalik Jaya Diterjang Banjir
BANJIR : Kelurahan Kekalik Jaya kembali terendam banjir. Air datang dari luapan sungai setempat. Nampak dua orang warga tengah menunggu air surut kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Kelurahan Kekalik Jaya diterjang banjir sekitar pukul 02.00 Wita kemarin. Ada ratusan rumah di kelurahan ini yang terendam banjir, termasuk kantor kantor lurah setempat serta dua bangunan sekolah dasar.

Berdasarkan dari data yang dihimpun koran ini, ada tiga lingkungan yang diterjang banjir yakni Lingkungan Kekalik Kijang, Lingkungan Kekalik Barat dan Lingkungan Gerisak. Banjir terjadi akibat luapan air Sungai Ancar. Sungai ini sering meluap karena dangkal dan juga karena sampah. “ Ini banjir kiriman, bukan akibat hujan. Air Sungai Ancar mulai meluap jam dua pagi hari,” ungkap Lurah Kekalik Jaya Fathurrahman kepada Radar Lombok kemarin.

BACA JUGA :  Mengenal Reni Yuli Susanti, Arsiparis Di Sekretariat Daerah Kota Mataram

Selain rumah warga, ada juga sentra produksi tahu tempe yang terendam air yang menyebabkan produksi terhenti sementara. Air dengan ketinggian sekitar 60 sentemeter masuk ke dalam rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa seperti tahun sebelumnya. Masyarakat telah mengantisipasinya.

Kantor Lurah setempat di Jalan Swakarya juga terendam banjir. Pelayanan publik sempat terhenti selama dua jam saat petugas membersihkan lumpur.” Kita sempat setop pelayanan ke masyarakat. Air masuk ke dalam ruangan setinggi 50 sentimeter. Tapi tidak separah tahun lalu, perangkat komputer dan arsip kantor masih aman,” ungkap Fathurrahman.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkot. Sungai dangkal menyebabkan air cepat meluap. Ia berharap segera ada respon.

Setelah surut, air meninggalkan lumpur yang harus dibersihkan warga. Tidak hanya lumpur, air juga membawa sampah. “ Sejak air mulai naik, kami sudah lakukan pembuatan talud seadanya, seperti bantuan pasir dan karung dari BPBD Kota Mataram. Tapi air tidak bisa dibendung, “ kata Kepala RT Kekalik Kijang, Amrullah.

Di wilayahnya, sekitar 150 unit rumah warga yang terendam. Sebagian memilih mengungsi ke rumah tetangganya.” Sudah lama kita minta agar ada pengerukan. Karena selama ini warga sudah cukup resah. Setiap tahun selalu banjir,’’ kesalnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Dedi Supriadi mengatakan, pihaknya telah turun sejak malam hari bersama petugas. Warga yang terendam banjir sudah terpantau. “ Sungai Ancar meluap sehingga banjir tidak bisa terbendung. Tiga daerah memang rawan terendam banjir selama ini,’’ katanya.

BACA JUGA :  Cerita Retno Purwanti, Guru yang Terpilih ke Australia

Tidak ada kerusakan rumah maupun kerugian material. Ia menghimbau warga tetap waspada sampai awal tahun 2018 mendatang diprediksi hujan lebat akan intens turun. “ Kita minta juga dinas terkait untuk lakukan pencegahan. Salah satunya normalisasi sungai,” katanya.(dir)