Puskesmas di Lobar Kewalahan Tangani Pasien

Sejumlah puskemas di Lobar kewalahan menangani pasien.(ist)

GIRI MENANG – Beberapa pekan terakhir ini banyak warga yang diserang penyakit batuk, pilek dan demam. Angka kunjungan pasien di Puskesmas pun meningkat tajam.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lobar, Arif Suryawirawan, kondisi ini terjadi hampir di semua wilayah. Penyebabnya selain pancaroba, juga Covid-19.” Hampir merata banyak warga yang sakit,” kata Arif.

Kondisi ini selain diduga faktor Covid-19, juga oleh faktor cuaca ekstrem yang membuat daya tahan tubuh menurun.” Bisa juga karena faktor cuaca,” tambahnya.

Rata-rata warga diserang flu. Sehingga disarankan tim Nakes melakukan pemeriksaan swab, setelah hari kelima belum sembuh barulah diperiksa. Warga diminta tetap mengkonsumsi vitamin dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, pemicu banyak warga sakit, menurut Arif adalah siklus fenomena aphelion terjadi ketika titik bumi berada paling jauh dengan matahari. Dampak dari banyak warga sakit ini, kunjungan ke Puskesmas meningkat. Peningkatan terjadi dari kondisi normal. Untuk gejala Omicron yang ditimbulkan tak terlalu berbahaya dibanding Delta. Sehingga warga yang terkena tidak harus ke rumah sakit. Cukup diperiksa di Puskesmas. Sehingga rujukan ke rumah sakit pun tidak terlalu meningkat. “Karena demam biasa cukup dirawat di rumah, minum obat flu atau ke Puskesmas. Dan di Puskesmas pun dikasih obat flu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penanganan PMK, Komitmen Pemprov Ditagih

Kondisi ini membuat pihaknya dilematis, karena di satu sisi harus melakukan pelayanan namun banyak Nakes di Puskesmas terkonfirmasi Covid-19. Menurutnya, Covid-19 varian Omicron diperkirakan puncaknya bulan Februari ini.

Terpisah, Kepala UPT BLUD Puskesmas Kuripan, M. Husni, mengatakan banyak warga yang terkena sakit ISPA, flu, batuk, demam. “Rata-rata keluhannya batuk pilek, flu, ISPA, keluhannya pokoknya saluran pernafasan. Ini rata-rata terjadi di Puskesmas lainnya,” kata Husni.

Karana situasi banyak warga yang sakit, otomatis angka kunjungan warga ke Puskesmas pun naik. Biasanya pada hari normal, angka kunjungan 100 orang per hari, kini mengalami kenaikan. Penyebab warga banyak mengeluh sakit karena dampak pancaroba. “Bisa saja faktor Covid-19,”katanya.

Namun memastikan dampak covid-19 tentu perlu diperiksa swab. Langkah yang dilakukan Puskesmas, pihaknya meningkatkan kegiatan promosi keliling penyuluhan tentang prokes dan dampak pancaroba. Jumlah Nakes yang positif Covid-19 di Puskesmas Kuripan ada enam orang. Meski demikian pelayanan tetap dibuka. Karena bagiamanapun kondisinya Puskesmas tidak boleh tutup. Tentunya dengan kondisi pelayanan disesuaikan. “Rata-rata Nakes di semua Puskesmas kena, akibatnya pelayanan terganggu,” imbuhnya. Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Gerung. Kepala UPT BLUD Puskesmas Gerung, H. Hasmuni Budiawan, mengatakan terjadi peningkatan kunjungan pasien. Dari kondisi normal, biasanya per hari 150 orang. Namun meningkat, bahkan di hari yang biasanya tidak banyak pengunjung justru banyak pasien.

Baca Juga :  Kacau, Tiga Kubu Partai Berkarya Lobar Saling PAW

Dalam pelayanan, pihaknya menyiapkan poli khusus. Pasien di-screening di depan, kalau mengalami gejala mengarah ke Covid-19 diarahkan ke poli khusus supaya tidak campur dengan pasien lainnya. Di Puskesmas Gerung sendiri ada 12 Nakes yang terkonfirmasi Covid-19. Pelayanan Puskesmas pun tetap berjalan, dengan melakukan penyesuaian. Sehingga diakui berpengaruh tetap berjalan.

Kondisi yang sama juga terjadi di Puskesmas Sesela. Kepala Puskesmas Sesela, H. Rusman Efendi, mengatakan, pada bulan Februari ada peningkatan jumlah pasien yang datang ke Puskesmas, kalau biasanya sebelum kondisi banyak yang sakit angka kunjungan 50-60 orang sehari. Kini di bulan februari dalam sehari kunjungan pasien mencapai 80-90 orang sehari. “Kalau di persentasekan 20-30 persen,” katanya.(ami)

 

Komentar Anda