Pusat Oleh-Oleh Kerajinan Lombok Sepi Pembeli

Pusat Oleh-Oleh Kerajinan Lombok Sepi Pembeli
Salah seorang karyawan pusat penjualan oleh-oleh kerajinan khas Lombok sepi pembeli, pasca terjadinya gempa bumi. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sejumlah toko oleh- oleh kerajinan di Mataram mengaku mengalami penurunan hingga 80 persen pasca terjadinya gempa bumi yang mengguncang Lombok pada kurun waktu tiga pekan lamanya.

Seperti di penjualan oleh – oleh khas di Lombok Art , Ampenan, Ali mengaku setelah kejadian bencana alam gempa bumi terjadi penurunan penjualan bahkan mengalami banyak kerugian dikarenakan banyaknya barang yang rusak saat terjadinya gempa cukup kuat.

BACA JUGA: Jika Berani Naikkan Harga, Izin Usaha Toko Bangunan Dicabut

“Barang-barang semuanya rusak, kaya minyak spa itu habis semua pecah, patung-patung patah, “ tutur Ali, Selasa kemarin (28/8).

Ali mengungkapkan pascagempa tokonya sempat buka beberapa hari setelah itu tutup kembali, karena kondisi saat itu masih dalam masa tanggap darurat. Meskipun sepi dari pembeli, namun ada beberapa donatur yang datang membeli beberapa kerjinan untuk oleh-oleh atau souvenir.

Ali menyebut penjualan mengalami penurunan cukup banyak dari sebelumnya. Karena banyaknya wisatawan yang membatalkan kedatangan mereka ke Lombok dan kembali ke negara mereka saat terjadinya bencana tersebut. Sehingga para pedagang oleh-oleh kerajinan khas Lombok dan NTB yang mengandalkan tamu wisatawan merasakan langsung dampaknya, dengan anjloknya omzet penjualan.

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut