PUPR Pusing Perbaiki Anjungan Pantai Ampenan

RUSAK PARAH: Anjungan Pantai Ampenan rusak parah akibat hempasan gelombang pasang, dan perbaikannya membutuhkan anggaran yang besar.(ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pemerintah Kota (Pemkot) cukup dipusingkan dengan robohnya anjungan Pantai Ampenan yang ambruk dihantam gelombang pasang.
Saat ini, Dinas PUPR sedang melakukan kajian komprehensif terhadap kerusakan tanggul Pantai Ampenan. Kajian diperlukan juga untuk memaksimalkan perbaikan yang akan dilakukan. “Kita siapkan kajian komprehensif dulu. Karena karakter pantai kita ini kan agak berbeda. Ketika gelombang pasang sangat luar biasa, ketika surut tarikannya juga luar biasa. Karakter pantai kita memang sangat ekstream pasang dan surutnya,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahman.

Kajian komprehensif kata dia sangat diperlukan. Karena dampak ambruknya anjungan terjadi kerusakan (guling) di bagian bawah. Kerusakan ini ditenggarai dengan dua penyebab yakni akibat tekanan gelombang pasang. Berikutnya hempasan gelombang masuk melalui beberap rongga yang ada di tanggul pantai. Sehingga menyebabkan terjadinya gerusan di bagian bawah dan menarik pengaman tanggul pantai. “Itu yang menyebabkab terjadinya penurunan setempat (settlement) difrensiasi istilahnya. Sebab air masuk melalui celah pengaman,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Status Kota Mataram Kembali PPKM Level 1

Kerusakan yang terjadi tidak bisa dinilai secara kasat mata. Melainkan memerlukan kajian komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi pantai. Karenanya untuk tindakan awal yang dilakukan. Perlu melakukan perbaikan di bagian bawah anjungan.“Paling tidak sekarang ini seperti anjungan yang ada batu-batu itu. Ini dulu yang dulu kita selesaikan. Baru kita selesaikan di bagian atas. Karena kalau kita selesaikan bagian atas terus bagian bawah keropos itu bisa jadi seperti di Senggigi,” terangnya.

Karena itu, diperlukan juga pemasangan peredam energi gelombang pasang. Namun kendalanya adalah dengan biaya yang dibutuhkan sangat besar. Jalan keluarnya akan coba dikoordinasikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) juga tentang kajian tehnisnya. “Ini biayanya kan sangat besar makanya nanti kita koordinasikan dan lainnya,” jelasnya.

Tentang anggaran Rp 17 miliar yang diperlukan untuk perbaikan anjungan Pantai Ampenan. Miftah mengatakan, angka tersebut masih perkiraan sementara. “Itu perkiraan sementara kalau pakai batu biasa. Cuman itu pun perkiraan hanya sebatas pemasangan tidak sampai ke pantai,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kemenhub Minta NTB Segera Bentuk Perda Daring

Perbaikan anjungan Pantai Ampenan ini jelas membutuhkan biaya besar. Kota Mataram dengan kondisi fiskalnya akan kesulitan melakukan perbaikan secara lengkap. Karenanya perbaikannya mengincar pembiayaan dari pemerintah pusat ataupun dari BWS. “Pembiayannya mungkin kita bisa berkolaborasi. BWS juga kan anggarannya terbatas. Nanti ini kita bahas lebih detail,” jelasnya.

Anjungan Pantai Ampenan ini salah satu ikon wisata di Kota Mataram. Setiap hari cukup ramai dikunjungi warga masyarakat. Namun karena rusak terkena hantaman gelombang pasang. Cukup banyak pedagang yang tidak bisa berjualan. “Iya kan tidak bisa dibiarkan begini terus. Perlu perbaikan agar orang bisa datang lagi ke sini,” kata salah satu pedagang di Pantai Ampenan. (gal)