PT CPI Luncurkan Program Bedah Kandang

BEDAH KANDANG: Manajemen PT. Charoen Pokphand Indonesia, bersama Dinas Peternakan Jawa Barat ketika launching program bedah kandang di Ruang Linggar Jati, Hotel Horizon , Bandung, Selasa (17/1).

MATARAM—Sebagai perwujudan kepedulian perusahaan kepada masyarakat, khususnya para peternak konvensional yang masih menggunakan sistem kandang terbuka, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (PT CPI), meluncurkan program yang disebut dengan Bedah Kandang.

Melalui program Bedah Kandang ini, PT CPI memberikan bantuan kepada peternak secara gratis berupa bimbingan teknis, serta peralatan peternakan (poultry equipment) untuk memperbaiki atau mengoptimalkan fungsi dari kandang yang dimiliki para peternak tersebut.

Bantuan peralatan yang diberikan berupa tempat pakan, tempat minum otomatis, pemanas atau gasolec yang digunakan saat masa pemeliharaan anak ayam, kipas dan  tirai.

PT. Charoen Pokhand Indonesia yang telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1972, dengan kegiatan usaha meliputi produksi dan perdagangan pakan ternak, pembibitan, peralatan peternakan dan pengelolaan daging ayam, dalam menjual produknya, selalu menyertakan after sales service untuk konsumennya.

Untuk terus meningkatkan pelayanan tersebut, dibentuklah Team Customer Care & Technical Service yang bertugas setiap harinya untuk memantau hasil performa pakan dan bibit ayam yang telah sampai kepada konsumen.

Menurut Head Customer Care & Technical Development, Hamam Wahyu Triwibowo, dalam press release yang diterima Radar Lombok, Rabu kemarin (18/1), saat ini berdasarkan hasil pemantauan team Technical Service dilapangan, masih ditemukan banyak kendala secara manajemen yang tidak sesuai dengan kebutuhan ayam ras pedaging.

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

Misalkan pada saat awal pemeliharaan, dibutuhkan panas yang cukup untuk menghangatkan anak-anak ayam tersebut, ternyata di lapangan masih banyak ditemukan peternak yang menggunakan kayu bakar. “Tanpa disadari, asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut malah tidak baik untuk pertumbuhan anak ayam tersebut,” ujarnya seraya menyarankan diganti dengan pemanas jenis lain, seperti Gasolec yang menggunakan gas.

Contoh kesalahan manajemen lainnya yang ditemukan lanjutnya, pada umur ayam besar, ayam membutuhkan suhu rendah atau dingin. “Sedangkan kita ketahui, untuk indonesia yang merupakan daerah tropis, banyak daerah yang suhunya panas dan mati angin. Dimana pada saat suhu tinggi bisa mengakibatkan heat stress, yang bisa meningkatkan angka kematian. Makanya kita sarankan diberi kipas untuk menurunkan suhu, sehingga akan berefek pada menurunnya angka kematian ternak ayam,” jelasnya seraya berharap, dengan perbaikan manajemen pemeliharaan ini akan meningkatkan produktifitas dari peternakan tersebut.

Berkaitan dengan kegiatan bedah kandang ini, team Technical service pun akan mendampingi peternak yang telah dibedah kandangnya untuk dibantu secara teknis, agar dari awal pemeliharaan DOC (anak ayam umur sehari) sudah sesuai dengan standar manajemen kandang yang baik. Sehingga pada saat panen hasil yang didapat pun lebih optimal dan lebih baik dari periode sebelumnya.

“Pendampingan oleh team teknis ini akan dilakukan selama 2 periode pemeliharaan secara terus menerus, dan setelah melewati masa pendampingan team teknis tetap akan memantau hasil performance dari kandang tersebut setiap periodenya. Sehingga kami dapat terus memantau hasil dari kandang-kandang yang sudah di bedah,” tandas Hamam.

Berdasarkan data performance ayam di kandang yang sudah dilakukan bedah kandang, mengalami peningkatan Indek Performance (nilai keberhasilan dalam pemeliharaan ayam broiler) rata-rata sekitar 30% dari periode sebelumnya. “Sebagai gambaran keberhasilan dari salah satu kandang yang telah dibedah, bisa dilihat dari keuntungan per ekor ayam. Kalau sebelum di bedah peternak di daerah Bogor hanya mendapat keuntungan Rp 1.500 – Rp 1.800 per ekor, akan tetapi setelah di lakukan program bedah kandang hasil yang didapat saat itu Rp 3.000 per ekor, atau naik cukup signifikan,” ulas Hamam.

Sedangkan Santo Kadarusman, selaku Public Relations & Marketing Event Manager, menambahkan bahwa PT. CPI memiliki komitmen kuat untuk turut membangun sektor peternakan Indonesia. Sehubungan dengan itu, tahun 2017 PT. CPI dibawah pengawasan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk melakukan Bedah 100 Kandang di wilayah Jabotabek-Jabar.

“Hal tersebut ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerjasama antara Dinas Peternakan Jawa Barat dengan Manajemen PT. Charoen Pokphand Indonesia, di Ruang Linggar Jati, Hotel Horizon , Bandung pada tanggal 17 Januari 2017,” terangnya.

“PT. CPI sebagai pihak pelaksana Bedah Kandang pun berharap, seiring dengan meningkatnya kesejahteraan peternak, PT.CPI dan peternak dapat berjalan bersama untuk membangun peternakan yang lebih baik lagi di Indonesia,” tutup Santo. (yop)